HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Awali Panen Raya di Kab.Semarang, Ahmad Luthfi Targetkan Produksi Padi Jateng Naik 12 Persen

Laporan : Shodiq

KABUPATEN SEMARANG|HARIAN7.COM  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai panen raya padi serentak periode Januari-Maret 2026 di 35 kabupaten/kota. Panen perdana ini dipusatkan di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan penghitungan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi Jateng pada triwulan pertama ini diperkirakan mencapai 3,35 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat 14 persen atau sekitar 413.698 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ahmad Luthfi menegaskan, kebijakan pembangunan pertanian tahun 2026 fokus pada penguatan swasembada pangan. Target luas tanam sepanjang tahun ditetapkan sebesar 2,38 juta hektare, dengan realisasi per 18 Februari 2026 telah mencapai 216.098 hektare.

Baca Juga:  Semarak HBI ke-76, Kantor Imigrasi Cilacap Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah

Secara tahunan, Jawa Tengah menargetkan total produksi 10,55 juta ton GKG, naik 12,22 persen dari realisasi tahun 2025 yang tercatat 9,3 juta ton.

“Tahun 2025 kita berkontribusi 15 persen untuk nasional. Tahun 2026 harus lebih meningkat,” ujar Ahmad Luthfi didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Kepala Perum Bulog Jateng Sri Muniati.

Gubernur menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, untuk memperkuat konektivitas dengan 35 kabupaten/kota. Fokus utama meliputi perlindungan lahan pertanian, percepatan mekanisasi, serta pendampingan gabungan kelompok tani (gapoktan) mulai dari pembibitan hingga pascapanen.

Baca Juga:  Polda Jateng Larang Pemudik Berhenti di Bahu Jalan Tol Jelang Perayaan Natal 2025  

Sistem Sepur: Panen-Tanam Lebih Cepat

Dalam momentum ini, Pemprov Jateng memperkenalkan “Sistem Sepur”, sebuah metode mekanisasi terintegrasi yang menggabungkan proses panen dan tanam dalam satu rangkaian kerja.

Defransisco menjelaskan, sistem ini menggunakan combine harvester di barisan depan untuk memanen. Di belakangnya, mesin pengolah tanah langsung bekerja dibantu drone penyemprot dekomposer jerami. Rangkaian ditutup dengan mesin rice transplanter yang langsung melakukan penanaman ulang.

“Prosesnya berurutan seperti kereta (sepur). Panen, olah tanah, dan tanam berjalan hampir bersamaan untuk optimalisasi lahan dan efisiensi waktu,” jelas Defransisco.

Baca Juga:  Empat Pelaku Dibekuk Sat Resnarkoba Polresta Cilacap Di Dua Lokasi

Metode ini diklaim mampu menghemat waktu hingga 90 persen. Lahan seluas dua hektare yang biasanya membutuhkan waktu 10 hari secara manual, kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.

Hasil uji ubinan di lokasi menunjukkan produktivitas rata-rata 6 ton per petak ubinan. Jika optimal, hasil panen diprediksi mencapai 9,6 ton per hektare. Selain teknologi, Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan Kodam IV/Diponegoro untuk memperkuat infrastruktur irigasi di seluruh wilayah guna menjamin keberlanjutan produksi nasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!