HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Longsor Gemawang Putus Akses Jalan dan Irigasi, 500 Hektare Sawah Terdampak

Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Temanggung pada Jumat malam memicu tanah longsor di Jalan Raya Gemawang–Ngadisepi, Desa Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu menutup akses jalan darurat penghubung Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang, Jumat (2/1/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mencatat longsor memiliki tinggi sekitar 50 meter dan lebar 15 meter. Selain memutus jalur transportasi, longsor juga merusak Saluran Irigasi Gondangan yang selama ini mengairi lahan pertanian di Desa Gemawang dan Desa Krempong. Akibatnya, sekitar 500 hektare sawah terdampak.

Baca Juga:  MENANGI PILKADA TH 2020, ONY-ANTOK DILANTIK SEBAGAI BUPATI-WABUP NGAWI

“ Selain memutus akses jalan, longsor juga berdampak pada Saluran Irigasi Gondangan yang mengairi lahan pertanian di Desa Gemawang dan Desa Krempong. Terputusnya saluran irigasi tersebut mengakibatkan sekitar kurang lebih 500 hektare sawah terdampak. Area longsoran membentang sepanjang kurang lebih 80 meter dengan indikasi senderan irigasi mengalami keretakan dan pergeseran,’ ujar Anam Narijan, warga Ngadisepi.

Baca Juga:  Memiliki Gigi Putih dan Bersih Adalah Impian Semua Orang, Begini Caranya?

Anam menambahkan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun hingga pukul 24.00 WIB dan berlanjut sampai pagi hari Sabtu (3/1/2026), pergerakan tanah di lokasi masih terpantau aktif dan berpotensi menimbulkan longsor susulan. Kondisi itu membuat kawasan sekitar dinilai belum aman untuk dilalui.

Baca Juga:  Kisah Tragis di Kamar Losmen No 11:  Gegara Minta Bayaran Rp500 Ribu, Lalu Dibunuh!

BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau warga untuk menjauhi lokasi longsor dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Akses lalu lintas sementara dialihkan karena jalan darurat ikut terdampak, sehingga pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif.

Sementara itu, upaya penanganan awal terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pendataan dampak, serta pemasangan rambu peringatan guna mengantisipasi risiko lanjutan di lokasi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!