Seorang Laki-Laki Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kios Jalan Bima Salatiga, Begini Kronologinya
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Seorang laki-laki ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di sebuah rumah kios di Jalan Bima, Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (09/12/2025) malam. Polisi segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban.
Plh Kasi Humas Polres Salatiga, IPDA Sutopo, mengatakan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel gabungan Piket Polsek Sidomukti bersama Pamapta dan Unit Inafis Polres Salatiga, dibantu PMI serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalicacing, langsung mendatangi lokasi dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian. Korban diketahui bernama KRA, 24 tahun, warga Kabupaten Boyolali.
“Dua saksi, IA dan EAP, yang pertama kali menemukan korban menjelaskan bahwa mereka semula datang untuk menemui korban terkait pengambilan sepeda motor yang digadaikan teman korban,” ungkapnya.
Setelah korban tidak merespons panggilan telepon, lanjut Sutopo, kedua saksi menunggu sambil makan di sekitar lokasi. Sekitar satu jam kemudian, mereka kembali ke kios dan melihat korban dalam kondisi tergantung melalui celah pintu. Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.
Kapolsek Sidomukti, Kompol Sunoto, menjelaskan bahwa petugas langsung mengamankan dan melakukan olah TKP, memeriksa saksi, serta memanggil tim identifikasi dan tenaga medis.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban dievakuasi oleh Unit Inafis dan PMI, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas Kalicacing. Dari keterangan medis, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga jam sebelum ditemukan,” ujarnya.
Dari lokasi, petugas juga menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis korban. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Salatiga untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas medis.
Kompol Sunoto menambahkan bahwa seluruh rangkaian penanganan TKP berjalan lancar. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan hal tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan.(*)












Tinggalkan Balasan