Tersesat di Gelap Gunung Muria, Pendaki Muda Diselamatkan Setelah Semalaman Terperosok ke Jurang
Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Malam di lereng Gunung Muria berubah mencekam ketika seorang pendaki muda, Evan Maulana (18), warga Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, ditemukan selamat setelah semalaman terperosok ke jurang sedalam hampir 90 meter di jalur pendakian Natasangin, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Selasa (28/10/2025) malam.
Petualangan Evan bermula dari niat sederhana: mencari ketenangan dan menikmati udara sejuk pegunungan. Sekitar pukul 14.00 WIB, ia mulai mendaki seorang diri. Petugas basecamp sebenarnya telah mengingatkan agar pendakian ditunda karena kabut tebal dan hujan yang turun sejak siang. Namun, Evan tetap melanjutkan langkah, berharap tiba di puncak sebelum malam.
Sekitar pukul 17.30 WIB, saat hampir mencapai puncak bayangan Natasangin, pijakan kakinya terpeleset di tanah licin. Dalam hitungan detik, tubuhnya terjatuh dan terguling ke jurang sedalam 70–90 meter.
Di dasar jurang yang gelap dan lembap, Evan hanya bisa berteriak meminta tolong. Dengan sisa tenaga, ia sempat mengirim pesan singkat kepada temannya, Hilmi, melalui ponsel yang nyaris kehabisan baterai.
“Aku jatuh ke jurang. Tolong kabari orang,” tulis Evan dalam pesan terakhirnya sekitar pukul 22.45 WIB.
Pesan itu menjadi awal dari operasi penyelamatan besar-besaran. Sekitar pukul 23.00 WIB, BPBD Kudus menerima laporan melalui layanan Kudus Siaga 112. Dalam waktu singkat, tiga tim gabungan bergerak ke lokasi.
“Proses evakuasi sangat menantang karena kondisi medan yang curam, gelap, dan hujan. Tapi semua petugas tetap berupaya secepat mungkin,” kata Ahmad Munaji, Kepala Seksi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus, Rabu (29/10/2025).
Sekitar pukul 03.15 WIB, di tengah kabut tipis yang menyelimuti hutan, tim penyelamat mendengar suara samar memanggil dari dasar jurang. Setelah berkoordinasi lewat teriakan dan senter, posisi korban berhasil dipastikan.
Dengan sistem katrol manual, tim penyelamat menuruni tebing terjal satu per satu. Setelah hampir dua jam berjuang melawan medan berat dan udara dingin, tepat pukul 05.40 WIB Evan berhasil diangkat ke permukaan. Tubuhnya gemetar, wajahnya pucat, namun ia masih bisa tersenyum dan berucap terima kasih.
“Dia sadar penuh dan tidak mengalami luka berat, hanya lecet di tangan dan kaki,” ujar Munaji.
Evan langsung dibawa ke basecamp Natasangin untuk pemeriksaan medis lanjutan. Operasi penyelamatan yang berlangsung hingga pukul 06.40 WIB itu melibatkan BPBD Kudus, Basarnas, Polsek dan Koramil Gebog, relawan Destana Rahtawu, MDMC, BAGANA, Kencana Gebog, perangkat desa, serta warga setempat.
Munaji mengingatkan para pendaki agar tidak memaksakan diri mendaki di tengah cuaca ekstrem.
“Gunung Muria sangat curam dan licin saat hujan. Jangan memaksakan diri mendaki jika cuaca tidak mendukung. Gunung akan selalu ada, tapi kesempatan hidup belum tentu datang dua kali,” ujarnya.(*)












Tinggalkan Balasan