HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Dinas Pertanian Cilacap Ajak Masyarakat Tanam Sayur Cepat Panen untuk Kebutuhan SPPG

Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng

CILACAP | HARIAN7.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap ajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah tangga, lahan kosong, dan hidroponik untuk menanam sayuran lokal guna mengatasi kekurangan pasokan sayur bergizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Inisiatif ini untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dapur umum, sekaligus mewujudkan ekonomi lokal seperti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ditemui, Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Sigit Widayanto, S.P, M.Si menyatakan, bahwa pasokan sayuran di dapur SPPG masih sangat kurang, padahal kebutuhan harian sangat besar.

Baca Juga:  Libatkan Partisipasi Publik Dalam Pembahasan KUHAP, Pengamat Puji Peran Dasco, Demokratis dan Aspiratif

“SPPG wajib menyerap produk lokal, tapi komoditas sayur belum optimal. Kami lihat potensi besar dari pekarangan sekecil apa pun, lahan kosong di desa, atau hidroponik di kota,” katanya, Selasa (03/02/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk menanam sayuran cepat panen seperti kacang panjang, selada, timun, kangkung, dan pakcoy yang siap dipanen dalam 30-40 hari.

Baca Juga:  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Polres Nganjuk Perkuat Komitmen Tugas

“Tanam mandiri dengan bibit sendiri. Hasilnya langsung diserap SPPG melalui dapur atau dinas yang menjembatani. Ini peluang emas untuk ekonomi rumah tangga,” ungkapnya.

Sigit menegaskan, bahwa bantuan bibit dari dinas difokuskan pada komoditas lain seperti cabai, bukan untuk SPPG. Namun, dinas menekankan pangsa pasar sayuran SPPG terbuka lebar. Di desa, lahan kosong bisa dimaksimalkan; di kota, hidroponik jadi solusi praktis. Langkah ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo agar ekonomi lokal tumbuh melalui potensi daerah. Masyarakat diharapkan segera bertindak.

Baca Juga:  66 Jenis Award Diberikan Bapenda Cilacap Bagi Wajib Pajak Yang Taat

“Mulai sekarang, tanam sayur untuk SPPG dan rasakan manfaatnya langsung,” pungkasnya.

Inisiatif ini diharapkan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah melalui MBG secara berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!