HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

KONI Salatiga Kompak Tolak Permenpora 14/2024, Simbol Pita Hitam Warnai Haornas

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Suasana peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di halaman Pemkot Salatiga, Senin (9/9/2025), mendadak penuh dengan nuansa keprihatinan. Ratusan insan olahraga hadir dengan mengenakan pita hitam di lengan, menyuarakan penolakan terhadap Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 yang dianggap merugikan pembinaan olahraga prestasi.

Ketua KONI Kota Salatiga, Agus Purwanto, bersama jajaran pengurus harian, menyerahkan langsung aspirasi tersebut kepada Wali Kota dr Robby Hernawan SpOG dan Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit. Selain pita hitam, sejumlah spanduk penolakan juga dibentangkan sebagai bentuk protes. Meski demikian, seluruh peserta tetap mengikuti jalannya upacara hingga tuntas dengan tertib.

Baca Juga:  11 Nama Calon Dirut PDAM Salatiga Mulai Jadi Perbincangan, Sekda: Masih Diverifikasi

Agus menegaskan, regulasi baru ini justru akan membatasi kemandirian organisasi olahraga. “KONI Salatiga menolak Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 karena dinilai menyimpang dari Piagam Olimpiade, bertentangan dengan Undang-Undang Keolahragaan, dan berpotensi mematikan pembinaan olahraga di daerah,” tegasnya.

Baca Juga:  Masuk Mekkah Wajib Punya Izin! Arab Saudi Ketatkan Aturan Jelang Haji 2025

Wali Kota Robby Hernawan mengapresiasi cara penyampaian aspirasi yang tertib itu. Ia berjanji akan meneruskan suara insan olahraga kepada pihak berwenang. “Pemkot Salatiga tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk peningkatan prestasi olahraga,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Ketua DPRD, Dance Ishak Palit. Ia mengaku sepakat dengan penolakan tersebut, terlebih dirinya juga aktif dalam beberapa cabang olahraga.

Baca Juga:  Operasi Patuh Candi 2024, Polres Salatiga Gencarkan Ramp Check Kendaraan di Terminal Type A

Penolakan ini bukan kali pertama. Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Kota Khusus (Rakerkotsus), KONI Salatiga juga telah menegaskan sikap yang sama. Mereka menilai jika regulasi ini diterapkan, akan muncul kegelisahan di kalangan KONI daerah karena potensi terhentinya dukungan pendanaan untuk olahraga prestasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!