Stok Darah Menipis Usai Lebaran, PMI Salatiga Ajak Warga Berdonor
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Hari ketiga Lebaran masih diwarnai dengan tradisi silaturahmi, namun di sisi lain, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Salatiga semakin menipis. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan darah tetap tinggi, terutama bagi pasien yang memerlukan transfusi mendesak.
Ketua UDD PMI Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim, mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadan hingga Lebaran, jumlah pendonor mengalami penurunan drastis. “Saat Ramadan, banyak masyarakat yang enggan berdonor karena berpuasa, dan setelah Lebaran pun jumlahnya belum kembali normal. Sementara itu, permintaan tetap sama, sehingga stok darah menurun,” ujarnya, Rabu (2/4/2025).
Berdasarkan data terbaru per pukul 08.00 WIB, stok darah yang tersedia cukup mengkhawatirkan. Golongan darah A hanya tersisa 2 kantong, golongan darah B memiliki 4 kantong darah lengkap dan 1 kantong darah komponen. Untuk golongan darah O terdapat 6 kantong, sedangkan stok terbanyak adalah golongan AB dengan 15 kantong. Namun, jumlah ini dinilai masih belum aman untuk kebutuhan mendadak.
Mengetahui kondisi ini, dr. Prasit mengimbau masyarakat untuk segera mendonorkan darahnya. “Kami mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk menyempatkan diri datang ke PMI dan berdonor darah. Ini adalah aksi kemanusiaan yang sangat berarti,” tambahnya.
Salah satu warga, Tri Sukrisdiyanto, sebenarnya berniat untuk mendonorkan darahnya setelah mengetahui stok darah menipis. Namun sayang, niat baiknya harus tertunda lantaran tekanan darahnya yang tinggi. “Tadi tensi saya agak tinggi, jadi petugas tidak berani mengambil darah saya. Padahal saya sudah sering berdonor. Nanti saya coba lagi,” ujar Tri kepada harian7.com.
PMI berharap lebih banyak masyarakat tergerak untuk berdonor, terutama di momen pasca-Lebaran ini. Bagi yang ingin mendonorkan darahnya, bisa langsung datang ke kantor UDD PMI Kota Salatiga untuk membantu menyelamatkan nyawa sesama.(*)
Tinggalkan Balasan