HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

“Homestay Mesum” Dibongkar, Pemuda Jombang Dijerat Pasal Maksiat!

Laporan: Ninis

NGANJUK | HARIAN7.COM – Bisnis gelap yang meresahkan warga akhirnya terbongkar! Seorang pemuda berinisial DE (19), asal Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, harus berurusan dengan hukum setelah terbukti menyewakan kamar untuk perbuatan mesum.

Baca Juga:  Ngawi Tuntaskan Evaluasi Dana DBHCHT 2024: Fokus pada Kesejahteraan Buruh dan Masyarakat Miskin

Penggerebekan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Semeru 2025 yang digelar jajaran Polres Nganjuk. Tim Polsek Kertosono menangkap DE setelah mengendus praktik penyewaan kamar bagi pasangan bukan suami istri di Homestay Ayu Lestari, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Gelar Apel Siaga, Predikat WBK, dan Pesan Netralitas Menyambut 2024

Dibongkar Warga, Digerebek Polisi

Kasus ini mencuat setelah warga sekitar curiga dengan aktivitas mencurigakan di penginapan tersebut. Laporan masyarakat akhirnya membuat petugas bergerak cepat. Rabu (5/3/2025) sekitar pukul 20.45 WIB, tim kepolisian menggerebek kamar nomor 15 dan mendapati pasangan yang bukan suami istri sedang berada di dalamnya.

Baca Juga:  PSIS Semarang Siap Hadapi Persib Bandung di Laga Kadang

Dari hasil interogasi, pasangan tersebut mengaku membayar Rp50.000 kepada DE untuk menyewa kamar. Tak ingin kehilangan momentum, polisi langsung membekuk pemuda tersebut dan mengamankan barang bukti.

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar dan Ringkus Pelaku Penjualan Satwa Dilindungi

Namun, kisah belum selesai. Sekitar satu jam kemudian, petugas kembali melakukan razia di Rumah Kost Barat Stadion, Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono. Kali ini, di kamar nomor 06, ditemukan lagi pasangan ilegal lengkap dengan dua kondom—satu bekas dan satu masih tersegel.

Baca Juga:  Ular Sanca Ditemukan di Kandang Ayam, Warga Cabean Sempat Kehilangan Ayam

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap fakta mencengangkan: kamar di rumah kost tersebut disewakan dengan tarif Rp100.000 per 4 jam. Tak hanya itu, DE juga menyediakan kondom untuk para penyewa dengan harga Rp15.000 per buah!

Baca Juga:  Manasik 214 Calon Jemaah Haji Salatiga: Menguatkan Istithaah, Meneguhkan Semangat Haji Ramah Lansia dan Perempuan

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi uang tunai Rp165.000, beberapa unit ponsel, serta percakapan WhatsApp yang menunjukkan transaksi penyewaan kamar.

Baca Juga:  Krisis di Korea Selatan: Presiden Yoon Suk-yeol Umumkan Darurat Militer, Tuduh Oposisi Pro-Korea Utara

Ancaman Hukuman, Peringatan Keras!

Kapolsek Kertosono AKP Joni Suprapto, S.H., menegaskan bahwa DE dijerat dengan Pasal 296 KUHP, yang mengatur tentang menyediakan atau memfasilitasi tempat untuk perbuatan cabul. Jika terbukti bersalah, DE bisa mendekam di balik jeruji besi hingga 1 tahun 4 bulan.

Baca Juga:  Menteri PKP Janji Bantu Pembangunan Hunian Vertikal di Tanah Tinggi Jakarta

“Kami mengingatkan pemilik rumah kost dan penginapan agar lebih selektif menerima penyewa. Jangan sampai tempat usaha mereka dijadikan sarang maksiat,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkot Depok Terima Bantuan Dari JPN Provinsi Jabar Untuk 37.735 KK

Saat ini, DE dan barang bukti telah diamankan di Polsek Kertosono. Polisi berjanji akan terus menggencarkan razia guna menjaga ketertiban di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Fakta Penyebab Truk Blong Telan Korban Jiwa di Simpang 3 ABC Terungkap, Ternyata Rem Dimodif, Kir Mati Sejak 2017

Warga pun berharap, setelah pengungkapan ini, tak ada lagi “bisnis haram” berkedok penginapan murah. Polisi tetap siaga, dan bagi para pelaku usaha ilegal—awas, giliran kalian bisa jadi berikutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!