Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng

CILACAP | HARIAN7.COM – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan mengembangkan budidaya bawang merah dan cabai di sejumlah wilayah sentra. Komoditas ini dipilih karena masuk kelompok pangan bergejolak yang kerap memicu kenaikan harga saat musim paceklik.

Kepala Dispertan Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, S.P., M.Si, melalui Kepala Bidang (Kabid) Holtikultura, Amri Arafa, S.Hut, menjelaskan, bahwa program ini menyasar lahan di Kecamatan Adipala, Binangun, Nusawungu, dan Kroya yang memiliki potensi agroklimat cocok untuk bawang merah dan cabai.

“Tujuannya menjaga pasokan tetap stabil, terutama menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun,” ungkapnya, Selasa (26/05/2026) di kantornya.

Adapun langkah-langkah yang Ditempuh Dispertan yaitu :
1. Perluasan Areal Tanam : Gerakan tanam serentak di lahan milik kelompok tani dan lahan pekarangan untuk mempercepat panen
2. Bantuan Sarana Produksi: Penyaluran benih unggul, pupuk, serta pestisida nabati agar produktivitas petani meningkat dan biaya produksi ditekan
3. Pendampingan Teknis: Penyuluh pertanian mendampingi dari olah tanah, persemaian, hingga penanganan pasca panen agar susut panen minim
4. Sinergi Rantai Pasok: Kerja sama dengan pasar induk, distributor, dan BUMDes untuk menyerap hasil petani langsung dengan harga wajar

Dengan peningkatan produksi lokal, Dispertan optimistis ketergantungan pada pasokan luar daerah bisa dikurangi. Stabilnya pasokan diharapkan menahan lonjakan harga bawang merah dan cabai di tingkat konsumen Cilacap.

“Inflasi bisa ditekan kalau pasokan aman dan harga di petani sampai konsumen wajar,” kata Amri.

Lewat budidaya ini, lanjutnya kami ingin Cilacap punya ketahanan pangan yang lebih kuat.

“Program akan dievaluasi tiap musim tanam. Jika berhasil, skema serupa akan diperluas ke komoditas hortikultura lain,” pungkasnya. (*)