HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jateng Ngebut Swasembada Garam 2027: Produksi Melimpah, Hilirisasi Digenjot!

SEMARANG | HARIAN7.COM – Jawa Tengah tancap gas menuju swasembada garam nasional 2027! Dengan produksi mencapai 631 ribu ton pada 2024, provinsi ini kini berfokus pada hilirisasi industri garam agar semakin bernilai tambah.

Baca Juga:  Sopir Truk Blokade Jalan di Salatiga, Protes Keras Rencana Pidana ODOL

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lilik Harnadi, menegaskan bahwa Jateng sudah surplus garam dengan kebutuhan hanya 119 ribu ton per tahun. “Kita sudah surplus, sekarang fokusnya adalah bagaimana industri garam berkembang dari hulu ke hilir,” ujarnya, Senin (24/2/2025).

Baca Juga:  Salatiga Raih UHC Award 2026, Cakupan Jaminan Kesehatan Tembus 99 Persen

Pemerintah telah menerbitkan Pergub Nomor 20 Tahun 2024, yang mengatur perlindungan kawasan pergaraman serta pengembangan industri di wilayah Pantura dan Pansela Jateng. Wilayah-wilayah tersebut, seperti Rembang, Pati, Jepara, Demak, Brebes, Purworejo, Kebumen, Cilacap, dan Grobogan, akan dipertahankan sebagai sentra produksi sekaligus dikembangkan dalam proses pengolahan garam.

Baca Juga:  Ingatkan Nasib Tenaga PKTT, Babai Suhaimi Tawarkan Solusi

Lindungi Lahan, Maksimalkan Infrastruktur

Untuk menghindari alih fungsi lahan, Pemprov Jateng akan melibatkan berbagai instansi terkait. DKP Jateng akan fokus meningkatkan produksi, Dinas PU menangani infrastruktur, sementara Disperindag bertugas memastikan pemasaran berjalan optimal.

Baca Juga:  Luna Maya Jadi "Nyai" Mistis di Film Gundik, Awalnya Dikira Cuma Perampok!

Sebagai upaya peningkatan produksi dan kualitas garam, Pemprov juga menyalurkan bantuan geomembran, membangun Gudang Garam Rakyat (GGR), dan melatih petambak garam. Bahkan, washing plant baru milik SPJT ditargetkan beroperasi pada Juni 2025 untuk memastikan garam Jateng lebih kompetitif di pasar.

Baca Juga:  Melalui ‘Program 3in1’ DPC GERAM Salatiga & LPK Mutiara Gelar ‘Pelatihan Kerja’, Ini Harapanya?

“Kami siap mendukung swasembada garam 2027. Dengan tata ruang yang jelas dan program hilirisasi, garam lokal akan semakin kuat dan kompetitif,” pungkas Lilik.(Ril/hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!