BALIKPAPAN | HARIAN7.COM – Di tengah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebuah sekolah yang berdiri berdampingan dengan hutan mangrove di Balikpapan menjadi simbol upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkaikan dengan penanaman mangrove di SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6).

Pemilihan SMA Negeri 8 Balikpapan bukan tanpa alasan. Sekolah yang berada di Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat itu dikenal sebagai satu-satunya sekolah mangrove di Indonesia. Lokasinya yang berada di kawasan pesisir menjadikannya contoh nyata bagaimana lingkungan belajar dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian alam.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai salah satu nilai penting yang harus ditanamkan kepada peserta didik. Melalui Gerakan Sekolah ASRI, sekolah didorong menjadi ruang belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah sekaligus pusat pembiasaan perilaku ramah lingkungan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan menjaga lingkungan merupakan bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.

“Sesungguhnya sesuai dengan cita-cita bangsa, kita membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, hubungan yang harmonis dengan alam, membangun toleransi dan juga membangun kerukunan. Kita semua berharap agar Indonesia menjadi negeri yang aman, damai, dan tenteram,” ujar Mu’ti.

Menurutnya, berbagai gerakan penghijauan seperti penanaman pohon dan mangrove menjadi langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan. Selain menciptakan kawasan yang bersih dan sehat, mangrove juga berfungsi melindungi wilayah pesisir dari abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Mu’ti menilai ancaman krisis lingkungan yang semakin nyata harus dihadapi melalui budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian alam sejak usia sekolah.

Pandangan serupa disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud. Ia menegaskan pendidikan memegang peran penting dalam mencetak generasi yang memiliki kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial.

“Pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak muda, generasi bangsa, dan generasi emas 2045 yang memiliki ilmu pengetahuan, kecerdasan ekologis, dan tanggung jawab sosial,” katanya.

Sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, lanjut Rudy, Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kesadaran merawat alam perlu ditanamkan sejak dini melalui kegiatan yang melibatkan sekolah dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan.

“Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sekolah perlu menjadi tempat yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap alam melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menanam tanaman, bekerja sama, dan merawat lingkungan sekitar,” jelasnya.

Menurut Hetifah, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menghubungkan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan.

Melalui Gerakan Sekolah ASRI, pemerintah berharap sekolah-sekolah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat belajar, melainkan juga pusat lahirnya generasi yang berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan tanggung jawab yang lebih besar terhadap bumi yang mereka warisi.