Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang ternak sapi di Kota Salatiga, namun Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) setempat bergerak cepat untuk mengatasi situasi.
Hingga Selasa (14/1/2025), tercatat 16 ekor sapi terpapar PMK, dengan 13 ekor telah dinyatakan sembuh.
[irp]
Kepala Dispangtan Salatiga, Henni Mulyani, memaparkan bahwa kasus PMK tersebut tersebar di Kecamatan Argomulyo dan Tingkir.
“Di Argomulyo, dari 6 kasus, 5 sapi sudah sembuh dan 1 masih dirawat. Sementara di Tingkir, 8 dari 10 sapi juga telah sembuh,” jelas Henni.
[irp]
Meski sebagian besar sapi sudah pulih, pengawasan ketat tetap dilakukan. “Tinggal 3 ekor sapi yang masih terpapar. Kami optimistis semuanya segera sembuh,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, vaksinasi akan dimulai pada Kamis (16/1/2025). “Vaksinasi akan dilakukan di Nobo Kulon, Noborejo, dan Argomulyo untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” tambah Henni.
[irp]
Dispangtan Salatiga berharap langkah cepat dan terkoordinasi ini mampu melindungi peternak serta meminimalkan dampak ekonomi akibat wabah PMK. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan mendukung upaya pemerintah.(*)









Tinggalkan Balasan