HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Tawuran Antar Pelajar Terjadi di Jambu, 14 Remaja Diamankan Polisi

UNGARAN | HARIAN7.COM – Tawuran antar pelajar yang melibatkan dua sekolah terjadi pada Minggu (17/11/2024) dini hari di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Peristiwa ini melibatkan sekitar 25 hingga 30 orang dari masing-masing kelompok pelajar SMK Swasta di Kabupaten Temanggung dan Kota Magelang. Sebanyak 14 remaja berhasil diamankan oleh Polres Semarang.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dorong KUR ke Sektor Produktif, Industri Pengolahan Jadi Fokus

Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto, melalui Kapolsek Jambu Iptu Supanjar Edy Waluyo, menyatakan bahwa tawuran terjadi di Jalan Raya Jambu-Pingit, tepatnya di Dusun Kalimalang, Desa Jambu.

Menurut Kapolsek, kejadian berawal ketika kelompok pelajar SMK Swasta Temanggung yang sedang berkumpul di wilayah Bandungan, Kabupaten Semarang, menerima tantangan melalui pesan singkat dari kelompok pelajar SMK Swasta Kota Magelang pada sekitar pukul 02.00 WIB. Kedua kelompok tersebut kemudian turun menuju arah Jambu.

Baca Juga:  Jaga Ketahanan Pangan ditengah Pandemi Covid 19, Petani Binaan Rumah Zakat Tanam Ubi Madu

“Ketika kedua kelompok tersebut bertemu, aksi tawuran pun tidak dapat terhindarkan. Salah satu pengemudi truk pasir yang melintas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jambu. Petugas langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan 14 pelaku tawuran,” jelas Kapolsek.

Baca Juga:  Lantik 67 Pejabat Struktural dan Fungsional, Menteri AHY Harapkan Jajaran Kementerian ATR/BPN Bangun Semangat Integritas

Meski tidak ditemukan senjata tajam di tangan para pelaku, pihak kepolisian berhasil mengamankan tujuh sepeda motor yang digunakan oleh para pelajar tersebut.

Baca Juga:  Perpustakaan Baru SD 3 Payaman Masih Terkunci, Proyek Rp189 Juta Ini Bikin Publik Bertanya-tanya

Saat ini, 14 remaja yang terlibat tawuran masih berada di Polsek Jambu untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah memanggil orang tua, guru, serta perangkat desa untuk memberi pembinaan kepada para pelaku.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!