HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Linang Air Mata Warnai Penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan SMK Negeri Jawa Tengah, Begini Jelasnya

SEMARANG | HARIAN7.COM – Linangan air mata dan haru mewarnai penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) angkatan XI di SMK Negeri Jawa Tengah, Semarang, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga:  Timnas Indonesia Tertinggal 0-2 dari Jepang di Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sebanyak 120 siswa baru tak kuasa menahan tangis setelah empat bulan menjalani pelatihan intensif jauh dari orang tua. Momen pertemuan kembali dengan keluarga menjadi sangat emosional.

Baca Juga:  Retret Kepala Daerah, Malam Ini Bakal Ada Wejangan Dari Sri Mulyani, Begini Jelasnya

Salah satu siswa, Desy Mayasari, asal Kebumen, memeluk erat ibunya, Sri Kuswati, yang mengalami gangguan pendengaran.“Saya di rumah manja sama ibu. Saya kangen sekali dengan kasih sayangnya. Saya merasa lega bisa menempuh pendidikan ini dan akhirnya bertemu dengan orang tua,” ungkap Desy dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  Umat Hindu di Banyudono Mengarak Ogoh Ogoh Keliling Kampung, "Roh jahat pada diri manusia"

Desy, siswa jurusan Teknik Instalasi dan Tenaga Listrik, bercita-cita membahagiakan ibunya yang bekerja sebagai petani setelah ayahnya meninggal. “Harapan saya bisa lebih baik dan membahagiakan orang tua,” tambahnya.

Baca Juga:  Akhir Pekan Seru di Noreenfarm Salatiga: Petik Melon Premium Langsung dari Pohonnya

Kisah serupa datang dari Tri Wulan Mugiarti, siswa asal Ambarawa, yang tidak didampingi orang tua kandungnya. “Bapak sudah meninggal, ibu pergi entah ke mana. Saya didampingi guru BK. Saya harus ikhlas menerima keadaan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  PGRI Sumbang 3.000 Masker Medis dan Kain kepada 26 Puskesmas dan 2 RSUD

Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan tekadnya. Tri berjanji akan belajar giat untuk mengubah nasib dan mencapai cita-citanya sebagai abdi negara. “Saya ingin suatu saat bertemu ibu kandung dalam keadaan saya sudah sukses,” kata Tri penuh semangat.

Baca Juga:  Warga dan Relawan Forsiredi Tumpah Ruah Saksikan Parade Seni

PDK Bangun Karakter Sukses

Kepala SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Hardo Sujatmiko, menjelaskan bahwa program PDK dirancang untuk membangun karakter unggul siswa, khususnya kedisiplinan dan mental sukses. Menurutnya, mindset yang positif adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Baca Juga:  Puluhan Tahanan Rutan Salatiga Terima Bantuan dan Penyuluhan Hukum Gratis

“Yang paling utama adalah mengubah mental mereka menjadi mental kaya: rajin, disiplin, dan gigih. Dengan mindset yang tepat, usaha untuk keluar dari zona kemiskinan melalui pendidikan akan berhasil,” tegas Hardo.

Baca Juga:  Parade Qurban LAZiS Jateng: Distribusi 144 Titik, Sasar Daerah Pelosok hingga Palestina

Selama PDK, siswa digembleng dengan pendidikan kedisiplinan, termasuk pelatihan fisik dan mental yang melibatkan TNI. Hal serupa juga diterapkan di SMK Negeri Jawa Tengah di Pati dan Purbalingga.

Baca Juga:  Ambarawa Semarak Karnaval Budaya HUT ke-80 RI

“Kami bekerja sama dengan TNI untuk membangun karakter unggul siswa, termasuk dalam kegiatan seperti long march. Semua ini adalah bagian dari kolaborasi untuk menciptakan generasi tangguh,” pungkas Hardo.(JIS/red/Hum)

Baca Juga:  Buron 19 Tahun, Terpidana Korupsi Rp 35,9 Miliar Nader Thaher Ditangkap di Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!