HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dibahas Pemerintah, Anggaran Prioritas APBN 2025

Istimewa.

JAKARTA | HARIAN7.COM – Pemerintah mulai membahas program makan siang gratis yang diusung oleh pasangan Prabowo-Gibran, dengan rencana anggaran masuk dalam APBN 2025. 

Pasangan ini masih unggul dalam perhitungan versi KPU dengan perolehan suara hampir 60 persen. 

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa setiap anak akan mendapatkan jatah makan siang sebesar Rp 15 ribu per hari, tanpa susu, dan akan merata di seluruh Indonesia. 

Baca Juga:  KREEN Sukses Menjadi Partner Voting dan Ticketing di Ajang Pageant Puteri Anak, Remaja, Batik Cilik dan Batik Remaja Indonesia 2024

Keputusan mengenai menu makanan gratis akan diserahkan kepada pemerintah daerah. 

Dalam pembahasan tersebut, Jokowi bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju membahas skema anggaran program makan siang dan susu gratis yang masuk APBN 2025. 

Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengungkapkan bahwa program ini memerlukan biaya sekitar Rp 450 triliun per tahun, dengan tahap pertama membutuhkan dana sekitar Rp 100 triliun hingga 120 triliun. 

Baca Juga:  Berikan Rasa Aman Jelang Pemilu, Anggota Koramil 10 Sumowono Patroli

Program ini diharapkan memberikan manfaat pada sekitar 82,9 juta anak sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia.

Budiman juga menjelaskan bahwa anggaran untuk program ini berasal dari APBN, namun bisa ditekan 40 persen hingga 50 persen jika pemerintah menggunakan dana untuk menyiapkan sumber bahan pangan alih-alih membeli makanan jadi. 

Baca Juga:  Peringati Hari Keselamatan Pasien Sedunia, RSUD Kertosono Nganjuk Ikuti Lomba Video Komitmen

Sejumlah desa juga akan terlibat dalam memproduksi padi, membangun peternakan ayam pedaging dan petelur, serta usaha sapi perah untuk memenuhi kebutuhan program ini. 

Dengan demikian, alokasi APBN yang dibutuhkan pada tahun pertama pelaksanaan program diperkirakan sekitar Rp 50 triliun hingga 60 triliun.(Yuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!