| Pedagang bakso saat pura pura terjatuh dengan memegangi ember yang isinya air dan bakso untuk ditumpahkan. |
Laporan: Bang Nur
SALATIGA,harian7.com – Diduga pelaku kasus pemerasan atau penipuan dengan modus berpura-pura jatuh, yang ujung – ujungnya meminta uang, bekeliaran di Salatiga.
Peristiwa tersebut terjadi dilingkungan Perumahan Asabri RT 04 RW 08 Randuacir Argomulyo Kota Salatiga.
Berdasarkan CCTV, awalnya pada hari Rabu (2/2/2022) sekira pukul 10.26 wib, pedagang bakso dengan mengendarai sepeda motor masuk di lingkungan perumahan. Lalu dia berhenti sejenak, mengeluarkan ember hitam dari dalam gerobak bronjong bakso, kemudian ditaruh diatas.
Pedagang bakso tersebut lalu berputar di komplek perumahan sembari tengok kanan tengok kiri.
Setiba didepan Masjid, melihat ada orang dan pintu terbuka, pedagang bakso tersebut menghentikan motor lalu jatuh. Saat jatuh pedagang bakso tersebut, sempat memegang ember yang didalamnya berisi bakso dan air untuk ditumpahkan, sambil berakting.
Prapto salah satu warga setempat saat dikonfirmasi harian7.com, mengatakan, persisnya tidak tahu.”Tadi pas saya pulang, sudah ramai dan sudah tergeletak di serambi masjid. Melalui HT saya panggilkan Polsek Argo Mulyo. Lalu orangnya bangun dan duduk dibantu warga setempat,”ungkapnya.
Lalu, lanjut Prapto, ia mengecek sepeda motor tersebut dalam keadaan kempes.”Bannya kempes. Lalu kita tambalkan bannya,”katanya.
“Orang tersebut sempat saya tanyakan indetitas, namun kalau dilihat di identitas tertulis kelahiran 1981, namun jika dilihat wajahnya sudah tua, jadi kok tidak sesuai. Dan dia ngakunya orang Bandung, tapi kost di Boyolali. Ketika saya tanya tanya pedagang bakso tersebut bilang ini nanti saya ganti uang Rp 300 ribu ke juragan saya. Tapi karena mengarah ke uang saya tambalkan bannya biar lekas pergi,”jelas Prapto.
Modusnya ia minta belas kasihan.”Ia tetap mau minta uang dengan dalih untuk mengganti uang ke bosnya,”pungkas Prapto.
Hal senada diungkapkan Deni Setiawan Ketua RT 04 dilingkungan Perumahan Asabri. Disebutkanya, patut diduga itu modus penipuan untuk mencari uang. Pasalnya ada yang janggal.
“Kami lihat dari rekaman CCTV, jatuhnya saja dibuat buat dan menunggu ada orang. Lalu saat jatuh, sempat membalikan ember yang isinya air sama cilok/bakso,”katanya.
Logikanya, lanjut Deni, bakso itu tumpah seharusnya dari dalam panci. Namun itu justru dari ember yang sengaja ditaruh di atas gerobak bronjong.”Baksonya tumpahnya dari ember dan kuahnya dingin. Sedangkan panci bakso tetap tertutup tidak ada tumpahan. Diduga panci itu kosong dan kompor juga tidak menyala,”terang Deni.
Dalam peristiwa tersebut, pedagang bakso itu ujung ujungnya minta uang.”Kalau dia murni musibah tidak usah minta pasti kita kasih. Toh oleh warga sudah dibantu. Namun itu justru dengan sedikit nada memaksa minta uang. Wargapun curiga dan tidak dikasih, lalu ia pergi,”tutur Deni.
Adanya kejadian tersebut, Deni meminta kepada warga Perumahan Asabri khususnya dan warga Salatiga pada umumnya untuk berhati – hati dengan modus penipuan serupa.
“Kejadian dengan modus seperti itu belum lama ini juga pernah terjadi di Salatiga. Warga dihimbau untuk hati – hati,”pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, identitas penjual bakso tersebut belum diketahui.(*)
Berita videonya klik disini..








Tinggalkan Balasan