![]() |
Penulis : Wara Dyah Pita Rengga dan Tim Pengabdian KKN UNNES
SEMARANG, Harian7.com – Tak dapat dikatakan mudah untuk memelihara ayam broiler karena perilakunya yang cukup sensitif dengan pengaruh udara dan suhu lingkungan kandang yang dapat menyebabkan ayam broiler dapat terserang penyakit ataupun kurang nafsu makan.
Inilah yang mengakibatkan broiler menurun bobotnyasaat masa panen tiba. Sensitif dan stress terhadap amonia yang dihasilkan oleh kotorannya sendiri justru jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan ayam broiler terserang penyakit.
Dua musuh utama ayam broiler umumnya terjadi pada peternakan sistem kandang terbuka, seperti yang dialami oleh Pak Gatha, salah satu peternak ayam broiler di daerah Nongkosawit Kecamantan Gunungpati Kota Semarang.
Sistem kandang terbuka memang baik dalam hal biaya listrik dan untuk pemantauan ayam. Namun pada saat cuaca panas yang ekstrem, ayam dapat mengalami headstress yang diakibatkan suhu udara panas masuk ke kandang tanpa adanya penghalang. Suhu yang mendadak tinggi di siang hari juga mengakibatkan suhu kandang naik serta uap ammonia dipadu dengan angin yang berhembus tidak berarah sehingga pembuangan ammonia yang biasanya dapat diatasi dengan kipas angin tidak dapat dibuang dengan optimal.
Kipas angin jenis exhaust fan sangat berperan ganda baik untuk membuang ammonia keluar kandang juga menurunkan suhu kandang khususnya broiler dewasa. Kondisi udara yang beracun dan panas sangat mempengaruhi perkembangan ayam broiler bahkan meningkatkan angka kematian ayam yang tentu saja merugikan peternak. sistem kandang tertutup untuk mengatasi permasalahan kandang pada peternakan ayam broilernya.
Penggunaan kandang ayam tertutup terbukti mampu menangani masalah yang terdapat pada kandang sistem terbuka. Dalam pembangunan sistem kandang tertutup perlu didukung olah peralatan yang dapat menjaga sirkulasi udara di dalam kandang agar selalu berada dalam batas normal suhu yang dibutuhkan serta dapat membuang gas amonia. Bandingkan dengan sistem konvensional yang umumnya hanya dipasang 1 atau 2 sensor saja.
Keberadaan kontrol suhu dan kelembaban sistem ini sudah digunakan oleh kebanyakan peternak namun tidak memberikan data suhu yang spesifik yaitu ada perbedaan suhu yang terjadi pada bagian inlet dan outlet kandang. yang menerapkan sistem kandang tertutup.
Penjelasannya seperti ini. Umumnya suhu bagian inlet (bagian dalam kandang, dekat dengan ventilasi udara masuk) dan bagian outlet (bagian dalam kandang, dekat dengan ventilasi udara keluar bagian yg dekat dengan kipas) itu sangat berbeda, dimana suhu pada outlet (dekat kipas) biasanya jauh lebih panas dari pada suhu bagian inlet.
Sistem yang kami terapkan dapat membaca suhu pada seluruh bagian dalam kandang baik itu yang dekat dengan inlet atau pun outlet sehingga dapat dikatakan lebih spesifik mengukur suhu pada seluruh bagian dalam kandang sehingga merata suhunya.
Bagaimana cara kerjanya? Kontrol suhu yang kami kerjakan dibangun dengan prinsip Preset suhu maksimal yang diperkenankan pada setiap umur ayam. Hal ini membantu peternak untuk mengatur suhu lebih fleksibel namun tetap otomatis pengoperasiannya.
Bagaimana kinerjanya? Ada 6 sensor yang dipasang di setiap tiang di dalam kandang. Ketika sensor mendeteksi suhu ruang lebih dari suhu target maka kontrol akan menyalakan satu kipas. Apabila dalam kurun waktu yang ditentukan suhu ruang pada kandang sudah turun di bawah preset maksimal maka kipas akan mati. Namun jika setelah waktu yang ditentukan suhu ruang masih berada di atas preset maksimal maka kipas kedua akan menyala.
Fungsi kipas ini juga mengoptimalkan arah angin untuk mengurangi dan membuang ammonia ke luar kandang. Berikut suhu yang diset untuk peternakan broiler 30,5oC untuk ayam umur 8-15 hari, suhu 29,5oC untuk ayam umur 16-21 hari, suhu 28,5oC untuk ayam umur 22-28 hari dan suhu 27,5oC untuk ayam umur 29-35 hari.
Spesifikasi selengkapnya dikerjakan oleh tim KKN dan pengabdian mengembangkan Kontrol suhu dan kelembaban berbasis Arduino Mega dan Sensor DHT 22 dengan konfigurasi dua kipas Hexos 50 Inch yang menggunakan Panel Hubung Bagi (PHB) untuk konfigurasinya. PHB yang digunakan mengadopsi sistem Semi -Automatic Transfer Switch (ATS), yang membuat kipas (exhaust fan) dapat bekerja optimal.
Seperti yang telah dijelaskan bahwa setiap rentan umur ayam memiliki kondisi fisik untuk menerima suhu yang berbeda, maka diperlukan setting suhu yang dapat menyesuaikan secara otomatis, agar dapat membantu peternak untuk mengurangi angka kematian ayam yang dialami pada sistem terbuka sampai 6,03% dari 4040 broiler.
Kontrol suhu yang telah kami bangun memberikan keuntungan dari sisi keakuratan yang lebih baik daripada alat pengontrol komersial, dan dari sisi kebutuhan biaya yang dapat diminimalkan jika dibandingkan dengan perangkat kontrol komersial, sehingga biaya dapat diestimasikan ke dalam renovasi kandang bagian lainnya.
Dengan kondisi tersebut saya Wara Dyah Pita Rengga dalam Tim KKN Kemitraan yang dipayungi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNNES (Nanik Wijayati, Bertakalswa Hermawati, Ulfah Mediaty dan Evita bersama mahasiswa Elektro Egy, Agim, dan Rizki) bermitra dengan Pak Gatha selaku pemilik peternakan ayam broiler dan anak kandang pak Asikin, bekerja sama membangun sistem kontrol suhu, kelembaban di dalam kandang sistem tertutup peralihan dari kandang terbuka.












Tinggalkan Balasan