HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA


Peringati Hari Jadi ke 1269 Salatiga, Eddy Supangkat Luncurkan Lagu “Salatiga Kota Toleran”

SALATIGA, harian7.com – Selalu membuat kejutan dan kejutan, tiap kali dalam peringatan Hari Jadi Salatiga. Kejutan itu diantaranya dengan menelorkan dan meluncuran karya nyata yang dilakukan dirinya demi Kota Salatiga. Pada peringatan Hari Jadi 1269 Salatiga ini, Eddy Supangkat meluncurkan karya lagu dengan judul “Salatiga Istimewa – Kota Toleran” dan diluncurkan bersamaan dengan dibukanya Pameran Kearsipan Kota Salatiga Tahun 2019, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga, Rabu (24/7/2019).

        “Saya membuat lagu Salatiga Kota Toleran ini didasari dengan diraihnya Salatiga sebagai Kota Toleran di Indonesia. Pasalnya, diakui atau tidak bahwa toleransi yang telah terjadi di tengah masyarkat Salatiga ini memang sudah berlangsung lama. Masyarakat Salatiga sudah biasa dengan segala perbedaan dan tidak pernah ada gejolak. Penghargaan Kota Toleran itu sangat masuk akan, dan ini sebagai peradaban di Salatiga,” kata Eddy Supangkat kepada harian7.com, usai peluncuran lagu Salatiga Istimewa – Kota Toleran, Rabu (24/7/2019).

        Ditambahkan, peluncuran lagu ini merupakan yang ke 25 dan seluruhnya bertema tentang Salatiga. Selain lagu, karya Eddy Supangkat, yang juga pegiat Salatiga Tempo Doeloe diantaranya buku-buku yang menceritakan tentang Bus Esto, Nyai Kopek, Galeria Salatiga, Salatiga dengan Orang-Orang Ternama, Salatiga – Sketsa Kota Lama, Istana Djoen Eng (Jejak Etnis Cina di Salatiga, Gedung Pakuwon dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  Polres Salatiga dan TNI Gelar Operasi Malam

Selain itu, sebagai pencipta film-film dokumenter maupun souvenir kaos dengan gambar Salatiga Tempo Doeloe. Yang terbaru pula, sehari sebelumnya Selasa (23/7/2019) diresmikan Rumah Sejarah ‘Historia Salatiga’ di rumah milik keluarga besarnya di Jalan Sonotirto Pancuran.

Baca Juga:  Tinjau Vaksinasi, Kapolres Purbalingga Bagikan Bingkisan

“Lagu-lagu, buku maupun film dokumenter, semuanya saya buat tidak untuk mencari keuntungan. Semua karya saya itu, sebagai bentuk persembahan untuk kota tercinta Kota Salatiga. Bahkan, karya saya banyak juga dikoleksi di Kongres Library di Amerika Serikat (AS). Ini sebuah apresiasi tersendiri bagi saya. Selain itu, di Perpustakaan Nasional Jakarta. Terus terang, ini merupakan sebuah pengakuan yang begitu luar biasa yang saya dapatkan,” tandasnya.

Baca Juga:  Peresmian Vihara Desa Tempuran, Walaupun Berbeda Agama Toleransinya Luar Biasa

  Syair lagi dalam Salatiga Istimewa – Kota Toleran, ciptaan Eddy Supangkat dengan arransemen musik Anggun Tri Raka Aji adalah : Meskipun zaman terus berganti, Namun Salatiga tetap harmoni, Dulu sampai kini…. Tinta sejarah member bukti, Kotaku damai penuh toleransi, Semua orang mengerti….(Reff) Salatigaku istimewa (a..a..a..a..a…), Siapa saja mengaguminya (a….a…a..a..a…), Salatiga akan kujaga, Damai tercipta selamanya. (Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!