Tesla Gagal Investasi di Indonesia: Keterbatasan Energi Bersih Menjadi Penghalang Besar
![]() |
Istimewa. |
Editor: T Mulyawan
JAKARTA | HARIAN7.COM — Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan alasan di balik keputusan Tesla untuk tidak jadi berinvestasi di Indonesia.
Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI pada hari Selasa, Rosan memaparkan bahwa alasan utama adalah ketidaksesuaian antara visi Tesla yang ingin seluruh proses produksinya berbasis energi bersih dengan kondisi energi di kawasan industri Indonesia yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, terutama batu bara.
Rosan menuturkan, “Kebetulan saya terlibat langsung dalam pembicaraan dengan Tesla. Salah satu alasannya adalah bahwa mereka ingin semuanya bersih dalam produksi EV (Electric Vehicle). Namun, jika mereka beroperasi di kawasan industri kita yang masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara, itu tidak sesuai dengan visi mereka,”tuturnya.
Lebih lanjut, Rosan mengakui bahwa Indonesia tertinggal dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara lainnya dalam implementasi energi bersih di kawasan industri. Salah satu negara yang disebut adalah Vietnam, yang kini telah mengimplementasikan sekitar 60 persen sumber energi bersih di kawasan industrinya.
Ia juga mencontohkan perusahaan Sembcorp asal Singapura yang telah memasang 13 unit solar cell di Vietnam dan berencana menambah hingga 18 unit lagi dalam waktu dekat. Hal ini, menurut Rosan, menjadi daya tarik bagi investor untuk lebih memilih Vietnam sebagai tujuan investasi ketimbang Indonesia.
“Kita, mohon maaf, agak tertinggal. Contohnya Sembcorp di Vietnam, mereka sudah punya 13 solar cell dan akan menambah lagi hingga 18 dalam waktu 2-3 bulan ke depan. Hal ini mendorong derasnya investasi ke Vietnam,” kata Rosan.
Sebelumnya, Elon Musk, CEO Tesla sekaligus SpaceX, sempat mengunjungi Indonesia pada Mei 2024 untuk meresmikan layanan internet Starlink di Bali. Namun, ketika ditanya mengenai investasi Tesla di Indonesia, Musk tidak memberikan jawaban yang jelas. Dia malah memfokuskan pernyataannya pada manfaat konektivitas Starlink bagi daerah terpencil di Indonesia.
Dalam pernyataannya kepada media, Musk hanya menyebutkan bahwa kemungkinan besar salah satu perusahaannya akan melakukan investasi di Indonesia di masa depan, tetapi tidak memberikan kepastian terkait investasi Tesla di sektor kendaraan listrik.
“Dalam jangka panjang, kemungkinan besar kami akan berinvestasi di Indonesia. Namun, pengumuman hari ini adalah tentang Starlink,” ujarnya setelah peresmian di Bali.
Ketidakpastian ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pelaku ekonomi dan masyarakat, mengingat besarnya harapan Indonesia untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasokan kendaraan listrik global.
Terlepas dari itu, pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong investasi asing dengan meningkatkan komitmen terhadap implementasi energi bersih di kawasan industri untuk menarik perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi seperti Tesla.(Yuanta)
Tinggalkan Balasan