KAB.SEMARANG,HARIAN7.COM – Malam Minggu biasanya menjadi waktu nongkrong dan ngobrol bareng teman. Namun, suasana mendadak berubah ketika rombongan patroli gabungan TNI dan Satlinmas melintas di kawasan rel kereta api Kupang Sari, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Belasan remaja yang sedang berkumpul di lokasi itu mendadak bubar. Begitu melihat petugas datang, mereka berhamburan meninggalkan tempat nongkrong.

Sayangnya, tidak semua berhasil kabur. Tiga remaja tertinggal dan harus berhadapan langsung dengan petugas. Lebih mengejutkan lagi, petugas menemukan satu galon berisi minuman tuak yang ternyata sudah dikonsumsi.

Peristiwa itu terjadi saat patroli gabungan TNI dan Satlinmas pada Sabtu (31/10/2026) malam.

Sebanyak 40 personel gabungan dari Koramil 09/Ambarawa, Satlinmas Kelurahan Kupang, dan Satlinmas Kelurahan Panjang menyisir sejumlah titik rawan kerumunan di wilayah Ambarawa.

Patroli berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB, dipimpin Batuud Koramil 09/Ambarawa Peltu Sutrisno, bersama Danton Satlinmas Kupang Dwiyanto dan Danton Satlinmas Panjang Supratman.

Menurut Peltu Sutrisno, tiga remaja yang tertinggal mengaku hanya nongkrong dan mengobrol bersama teman-temannya. Mereka bahkan membantah mengonsumsi minuman keras.

Namun, ketika petugas menunjukkan galon berisi tuak yang ditemukan di lokasi, jawaban mereka mendadak tidak lancar.

Ketiganya akhirnya mengakui masih berstatus pelajar SMK di wilayah Ambarawa dan Bawen.

Petugas kemudian memberikan pembinaan dan meminta mereka meninggalkan lokasi. Sementara galon berisi tuak diamankan.

“Setelah kita beri arahan, ketiga remaja kami minta untuk meninggalkan lokasi nongkrong dan galon berisi tuak kita amankan,” jelas Sutrisno, didampingi Babinsa Kupang Serda Mawan, Serda Sukiran, dan Danton Linmas Kupang Dwiyanto.

Temuan galon tuak ternyata bukan satu-satunya kejadian menarik malam itu.

Sebelumnya, saat menyisir kawasan jalan baru di belakang Pasar Projo, tepatnya area parkir kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) atau Ngedok, petugas juga mendapati kerumunan remaja.

Beberapa perempuan terlihat ikut berkumpul. Namun, ketika tim patroli hendak mendekat, mereka lebih dulu meninggalkan lokasi.

Dua remaja berinisial NN dan SS yang sempat ditemui petugas mengaku hanya menghabiskan malam dengan nongkrong, ngopi, dan merokok.

“Kami di sini hanya nongkrong saja, ngopi dan ngrokok saja tidak minum-minuman keras. Ini biasa kami lakukan setiap malam minggu bersama teman-teman,” ujar keduanya yang mengaku sebagai pelajar salah satu SMK di Bawen.

Patroli malam Minggu tersebut menyasar sejumlah titik, mulai dari kawasan Goa Maria Kerep Ambarawa, Patung dr Cipto Mangunkusumo, Pasar Projo, RPH/Ngedok, Rel Kupang Sari, Alun-alun Tambakboyo, Jalan Lingkar Ambarawa, hingga wilayah Desa Bejalen.

Di sejumlah titik kerumunan, petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog dengan warga dan memberikan edukasi mengenai keamanan lingkungan.

Sutrisno mengatakan, patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, terutama saat malam akhir pekan ketika banyak remaja berkumpul.

Kegiatan ini sekaligus menjadi persiapan pengamanan menjelang Pilkades Bejalen.

Ke depan, patroli gabungan direncanakan berlangsung rutin dengan melibatkan Satlinmas dari desa dan kelurahan lain di Kecamatan Ambarawa. Jumlah personel dan wilayah patroli juga akan diperluas, termasuk kemungkinan melibatkan Polsek Ambarawa.

Langkah tersebut mendapat apresiasi warga. Harun Karsono (58) dan Wasripan (54), warga Kupang, berharap polisi turut dilibatkan agar penanganan jika ditemukan dugaan tindak kriminal bisa dilakukan lebih cepat.

Mereka menilai kolaborasi TNI, Polri, dan masyarakat melalui Satlinmas dapat membuat lingkungan lebih aman dan kondusif.

Patroli malam itu kemudian ditutup dengan apel bersama di Koramil 09/Ambarawa yang dipimpin Perda Aris Dili dan Peltu Sutrisno.(Heru Santoso)