DEPOK | HARIAN7.COM — Masalah banjir musiman kembali membayangi kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Depok. Luapan air sungai yang berada dekat dengan bangunan sekolah diketahui telah berlangsung berulang kali selama lebih dari satu tahun terakhir tanpa adanya solusi permanen.
Kepala SMPN 2 Depok, Sumarno, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali melaporkan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok maupun pihak kelurahan setempat.
”Sudah sering banjir akibat air meluap, ini sudah ada setahun lebih kejadiannya berulang. Sudah saya sampaikan ke Disdik maupun ke pemerintah setempat (Lurah),” ujar Sumarno saat dikonfirmasi, Selasa,(27/10/2026)
Ruang Kelas Hingga Kantor Kepala Sekolah Terendam
Sumarno menjelaskan, area sekolah yang kerap terendam luapan air berada di kawasan bawah sebelah utara yang berbatasan langsung dengan aliran kali.
Sejumlah fasilitas terdampak cukup parah, mulai dari ruang kelas, ruang tunggu, ruang guru, ruang Tata Usaha (TU), hingga ruang kantor kepala sekolah.
”Ada dua ruang kelas dan ruang OSIS di bagian utara. Kebetulan ruang kelas itu di bagian bawah utara yang mepet kali. Bahkan di ruang kantor saya, tingginya pernah mencapai 20 sentimeter,” kata Sumarno.
Sebelumnya, ruangan-ruangan di area utara tersebut tidak difungsikan sebagai ruang kelas utama, melainkan laboratorium serta ruang penunjang kegiatan OSIS dan ekstrakurikuler. Namun, akibat adanya proses rehabilitasi bangunan sekolah, ruangan tersebut terpaksa dialihkan menjadi ruang kelas belajar.
Ia menambahkan, ancaman banjir ini selalu mengintai setiap kali curah hujan meningkat tajam sejak dirinya menjabat kembali.
”Selama saya bertugas yang kedua sejak akhir 2023, sudah sering terjadi. Asal volume hujannya tinggi, air kali pasti naik,” tegasnya.
Aliran Irigasi Sempit dan Butuh Penanganan PUPR
Menurut evaluasi pihak sekolah, penyebab utama luapan air bukan semata-mata tingginya curah hujan, melainkan kendala pada sistem drainase dan penyempitan jalur irigasi di sekitar lingkungan sekolah.
Sumarno menyoroti gorong-gorong di dekat puskesmas serta saluran air di area depan SMPN 19 Depok ke arah utara yang kondisinya semakin menyempit.
”Masalahnya itu jalur irigasi yang perlu diperbaiki. Selain pendangkalan, gorong-gorong yang dekat puskesmas sepertinya perlu diperbaiki, dan saluran di bagian utara selepas depan SMPN 19 ke utara semakin sempit,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, pihak sekolah sudah mengajukan permohonan dan peninjauan langsung di lokasi.
”Sudah saya laporkan kejadian itu, bahkan di bagian utara sudah pernah disurvei,” ujar Sumarno.
Ia berharap pihak Pemkot Depok, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Sumber Daya Air (SDA), dapat segera memberikan penanganan konkret agar proses belajar mengajar tidak terus terganggu.
”Semoga dinas terkait, PUPR khususnya yang berkaitan dengan SDA, segera mengambil langkah cepat,” pungkasnya









Tinggalkan Balasan