Laporan: Muhamad Nuraeni
GROBOGAN,HARIAN7.COM – Lahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan, tak sekadar menjadi ruang terbuka. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya terong yang kini memasuki masa panen.
Hasil pertanian itu menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Terong yang dipanen selanjutnya akan dipasarkan agar memiliki nilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan, kegiatan pertanian tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memberikan keterampilan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan budidaya dan panen terong ini, kami ingin mendorong warga binaan agar lebih produktif serta memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan ini, warga binaan dilibatkan mulai dari perawatan tanaman hingga panen. Mereka mendapatkan pengalaman praktik pertanian sekaligus belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.
Tak berhenti pada proses menanam dan memanen, hasil budidaya juga direncanakan untuk dipasarkan. Dengan begitu, warga binaan dapat mengenal tahapan kegiatan pertanian secara lebih utuh, mulai dari produksi hingga pemasaran.
Program ini sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait pembinaan dan ketahanan pangan.
Lapas Purwodadi berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia agar lebih produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, pembinaan warga binaan tidak hanya berlangsung di dalam lingkungan lapas, tetapi juga diarahkan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.(*)









Tinggalkan Balasan