KAB.SEMARANG,HARIAN7.COM – Di balik kesibukannya sebagai Kepala Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Joni Anwar memiliki cerita tersendiri di mata keluarga. Selama menjalankan tugasnya, Joni disebut kerap mengutamakan kepentingan masyarakat, bahkan ketika waktu bersama keluarga harus berkurang.
Hal itu diungkapkan istrinya, Nurhamidah (43), saat menceritakan keseharian sang suami yang kini kembali maju sebagai bakal calon kepala desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Susukan 2026.
Menurut Nurhamidah, Joni merupakan sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. Ia menyebut suaminya tidak segan membantu warga yang membutuhkan, baik melalui tenaga, pikiran, maupun materi sesuai kemampuannya.
“Orangnya baik, dermawan. Kalau ada orang minta bantuan, semampunya pasti dibantu. Bisa berupa pikiran, tenaga, kadang materi juga. Bahkan, kalau ada kegiatan warga, kepentingan masyarakat sering lebih diutamakan,” ujar Nurhamidah.
Namun, di balik kepedulian tersebut, Nurhamidah mengakui bahwa kesibukan suaminya sebagai kepala desa sempat membuatnya merasa kehilangan waktu bersama keluarga.
Terlebih, sebelum menjabat kepala desa, Joni memiliki lebih banyak kesempatan berada di rumah. Kondisi itu berubah ketika berbagai kegiatan pemerintahan desa dan urusan masyarakat mulai menyita waktunya.
“Awal-awal ya protes, Pak. Tapi lama-kelamaan, setelah tahu kegiatannya seperti apa, akhirnya saya mengizinkan dan mendukung,” tuturnya.
Kini, setelah mendampingi suaminya selama satu periode kepemimpinan, Nurhamidah mengaku semakin memahami tanggung jawab yang harus dijalankan seorang kepala desa.
Ia pun menyatakan dukungannya terhadap keputusan Joni untuk kembali mencalonkan diri pada Pilkades Susukan.
Meski demikian, Nurhamidah tidak menampik sempat terkejut ketika mendengar berbagai isu negatif yang beredar mengenai suaminya menjelang pemilihan.
Ia mengaku langsung meminta penjelasan kepada Joni untuk memastikan persoalan yang sebenarnya.
“Pertama ya kaget, Pak. Karena setahu saya, suami saya tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Saya kemudian klarifikasi langsung kepada suami, kok keadaannya bisa seperti ini,” katanya.
Setelah mendapatkan penjelasan dari suaminya, Nurhamidah mengaku tetap memberikan restu dan dukungan terhadap pencalonan Joni untuk periode kedua.
“Saya akhirnya merestui pencalonan Bapak yang kedua,” ucapnya.
Warga Menilai Selama Kepemimpinan Joni
Tidak hanya dari keluarga, pandangan mengenai sosok Joni Anwar juga disampaikan sejumlah warga Desa Susukan.
Salah satunya Nafik Umami, yang menilai kepemimpinan Joni selama satu periode atau delapan tahun terakhir berjalan cukup baik.
Menurut Nafik, Joni merupakan pemimpin yang terbuka dan memiliki perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pak Joni selama menjabat satu periode atau delapan tahun itu bagus, Pak. Tidak ada kendala apa pun. Dia transparan, apa adanya, dan memikirkan warga,” ungkap Nafik.
Menanggapi berbagai isu yang muncul menjelang Pilkades, Nafik menduga persoalan tersebut tidak terlepas dari dinamika politik di tingkat desa.
Ia bahkan menilai terdapat kepentingan pihak tertentu di balik isu negatif yang beredar. Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan pribadinya.
“Kalau ada isu-isu yang tidak baik atau istilahnya black campaign, menurut saya itu hanya kepentingan segelintir orang. Saya ngomong seperti ini berani bertanggung jawab karena saya tahu Pak Joni itu seperti apa,” tegasnya.
Nafik juga menyebut keputusan Joni kembali maju dalam Pilkades tidak terlepas dari dorongan masyarakat yang menginginkannya melanjutkan kepemimpinan.
“Jelas ada dorongan warga untuk maju lagi,” katanya.
Warga Lansia Ceritakan Perubahan Desa
Pandangan serupa disampaikan Sutinseh (70), warga yang mengaku merasakan sejumlah perubahan selama Joni menjabat sebagai kepala desa.
Menurut Sutinseh, salah satu perkembangan yang terlihat adalah keberadaan deretan rumah toko (ruko) di depan MTs serta pembangunan jalan.
Ia menilai perkembangan tersebut turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya merasakan selama Pak Joni menjadi lurah. Ada ruko-ruko di depan MTs, jalan juga. Walaupun masih ada kekurangan, karena manusia tidak ada yang sempurna,” ujarnya.
Sutinseh mengakui masih terdapat sejumlah program pembangunan yang belum sepenuhnya terlaksana.
Namun, ia berharap program-program tersebut dapat dilanjutkan apabila Joni kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Mudah-mudahan kalau Pak Joni jadi lagi, program-program yang belum selesai bisa dilanjutkan sampai bagus,” tuturnya.
Menurutnya, dukungan terhadap Joni masih cukup banyak, meskipun masyarakat memiliki pilihan dan pandangan politik yang berbeda.
Ia menganggap perbedaan dukungan dalam pemilihan kepala desa merupakan sesuatu yang wajar.
“Namanya orang, ada yang suka dan ada yang tidak suka. Itu biasa. Manusia kan tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangan dan kelebihannya,” katanya.
Berharap Persoalan Lahan Tidak Dikaitkan dengan Pilkades
Sutinseh juga menanggapi isu yang berkembang di masyarakat mengenai persoalan transaksi lahan.
Ia mengaku mengetahui proses pembicaraan harga dalam transaksi lahan yang pernah melibatkan dirinya.
Menurutnya, dalam transaksi jual beli, kesepakatan harga merupakan bagian dari proses antara pihak-pihak yang berkepentingan.
Sutinseh menceritakan bahwa Joni pernah mendatanginya untuk membicarakan harga lahan. Saat itu, ia menyampaikan harga yang menurutnya dapat diterima.
“Pak Joni pernah ke tempat saya. Kalau harga segini, saya belum boleh. Kalau segini, saya oke,” ungkapnya.
Ia berharap persoalan transaksi lahan tidak serta-merta dikaitkan dengan persoalan lain tanpa mengetahui duduk perkaranya secara utuh.
Menurut Sutinseh, berbagai isu yang beredar menjelang Pilkades perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia juga mengaku terkejut ketika mendengar isu yang dinilai dapat memengaruhi nama baik Joni.
Meski demikian, Sutinseh mengingatkan bahwa perbedaan pandangan terhadap seorang calon kepala desa merupakan hal yang tidak dapat dihindari.
Baginya, masyarakat memiliki hak untuk menentukan pilihan berdasarkan penilaian masing-masing terhadap calon pemimpin desa.
Sementara itu, dukungan yang disampaikan Nurhamidah, Natik Umami, dan Sutinseh menjadi gambaran pandangan keluarga serta sebagian warga terhadap sosok Joni Anwar.
Di tengah dinamika politik menjelang Pilkades Susukan 2026, Joni kembali berupaya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin desa pada periode berikutnya.(*)









Tinggalkan Balasan