Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN, HARIAN7.COM – Pelepah pisang yang kerap dianggap sebagai limbah ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan kompos. Inisiatif ini dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.

Pengolahan limbah organik tersebut dilakukan dengan mencacah pelepah pisang menggunakan mesin hingga ukurannya lebih kecil. Hasil cacahan kemudian disiapkan sebagai bahan organik untuk proses pembuatan kompos.

Melalui langkah ini, limbah pelepah pisang yang berpotensi menumpuk dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian di lingkungan lapas.

Kegiatan tersebut tidak sekadar berorientasi pada pengelolaan lingkungan. Pemanfaatan limbah organik juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan, pihaknya terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan memberikan manfaat nyata, termasuk melalui pengolahan limbah organik.

“Kami terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan bermanfaat, salah satunya melalui pemanfaatan limbah organik menjadi bahan yang bernilai guna. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan sekaligus mendukung keberlanjutan program ketahanan pangan di Lapas Purwodadi,” ujar Erik, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Erik, pemanfaatan limbah organik menjadi salah satu upaya membangun budaya produktif sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pengolahan pelepah pisang menjadi kompos juga membuka peluang pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar lingkungan lapas untuk menunjang kegiatan pertanian.

Dengan demikian, pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga mendorong keterlibatan mereka dalam kegiatan yang memiliki nilai guna bagi lingkungan.

Melalui program tersebut, Lapas Purwodadi berupaya mengintegrasikan pembinaan kemandirian, pengelolaan limbah, dan dukungan terhadap ketahanan pangan dalam satu kegiatan yang berkelanjutan.(*)