Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Sebanyak sekitar 2.000 peserta ikut memeriahkan puncak Milad ke-25 SDIT Al-Islam Kudus melalui Karnaval Generasi Mantab yang dibuka langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris di Pendapa Kabupaten Kudus pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan siswa. Peserta juga berasal dari alumni, orang tua alumni, komunitas bank sampah hingga sejumlah relasi dan guru kreatif yang selama ini bekerja sama dengan SDIT Al-Islam Kudus serta menjadi momentum perayaan seperempat abad perjalanan SDIT Al-Islam Kudus sekaligus ajang bagi para siswa untuk mengikuti kegiatan bersama di luar lingkungan sekolah.

Bupati Sam’ani menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar SDIT Al-Islam Kudus yang telah memasuki usia ke-25 tahun.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus dan seluruh masyarakat Kabupaten Kudus, kami mengucapkan selamat Milad ke-25 untuk SDIT Al-Islam Kabupaten Kudus,” kata Sam’ani.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan para siswa tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun sekolah. Lebih dari itu, aktivitas tersebut diharapkan turut membentuk anak-anak yang sehat, berkarakter dan memiliki nilai-nilai keislaman.

Sam’ani juga mengingatkan bahwa anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan generasi yang nantinya akan mengambil peran penting dalam pembangunan bangsa.

“Bapak dan ibu yang hadir di hadapan anak-anak semuanya nanti akan pensiun. Akan tergantikan oleh generasi-generasi emas yang menjadi generasi emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDIT Al-Islam Kudus, Susi Utami, mengatakan Karnaval Generasi Mantab menjadi puncak rangkaian peringatan 25 tahun perjalanan sekolah tersebut.

“Karnaval ini sebenarnya memang untuk memperingati hari ulang tahun ke-25 SDIT Al-Islam Kudus. Kegiatannya diawali tadi malam dengan khataman Al-Qur’an, doa bersama dan refleksi 25 tahun SDIT Al-Islam,” kata Susi.

Setelah rangkaian kegiatan malam, perayaan dilanjutkan dengan karnaval yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Keterlibatan juga diperluas dengan mengajak alumni dan orang tua untuk ikut ambil bagian.

Menurut Susi, konsep yang diusung dalam perayaan tahun ini membawa semangat “Growing, Inspiring, Shining”. Tema tersebut menggambarkan keinginan sekolah untuk terus bertumbuh, memberikan inspirasi dan menunjukkan prestasi.

“Kami ingin menjadi sekolah yang bisa selalu bertumbuh, menginspirasi dan bisa bersinar. Kami ingin SDIT Al-Islam benar-benar menjadi sekolah yang dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Perayaan Milad ke-25 juga tidak hanya diisi dengan karnaval. Sejumlah kegiatan pendukung digelar untuk melibatkan siswa, orang tua dan masyarakat.

Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan orang tua siswa, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, puskesmas serta sejumlah pihak lainnya. Ada pula pemeriksaan gigi dari Natura Dental dan layanan kesehatan lainnya.

Selain itu, rangkaian acara diisi fun game, berbagai perlombaan untuk siswa, orang tua, hingga perlombaan yang mempertemukan anak dan orang tua.

Bazar juga menjadi bagian dari kegiatan. Produk yang dijajakan dalam bazar tersebut berasal dari para wali murid.

“Selain karnaval, ada cek kesehatan gratis, fun game, lomba-lomba untuk anak, orang tua, maupun anak dan orang tua. Kemudian ada bazar yang juga diikuti oleh wali murid,” jelas Susi.

Memasuki usia seperempat abad, Susi berharap SDIT Al-Islam Kudus tetap mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus terus berkembang dalam dunia pendidikan.

Ia menegaskan, pendidikan karakter menjadi salah satu perhatian utama sekolah. SDIT Al-Islam Kudus ingin menempatkan pendidikan adab sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.

“Kami berharap dengan Milad 25 tahun ini, SDIT Al-Islam tetap bisa berdedikasi, tetap dipercaya oleh masyarakat, terus bertumbuh dan menginspirasi sekolah-sekolah yang lain bahwa pendidikan karakter itu sangat penting,” tandasnya.