Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM– Mayoritas masyarakat Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hidup dari sektor peternakan. Selain sapi dan kambing, unggas seperti bebek menjadi komoditas utama yang banyak dipelihara warga setempat, termasuk oleh Cipto, peternak asal Dusun Gompyong.Di sela-sela pengerjaan sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, sejumlah personel Satgas TMMD menyempatkan diri membantu Cipto memberi pakan ratusan bebeknya pada Senin (3/8/2026) pagi. Kebetulan, proyek betonisasi jalan dalam program tersebut saat ini sudah mencapai area depan rumah Cipto.”Saat saya sedang memberi pakan bebek, salah seorang anggota Satgas TMMD datang ke kandang dan langsung ikut membantu,” ujar Cipto.Cipto mengungkapkan bahwa saat ini ia mengelola sedikitnya 200 ekor bebek petelur. Setiap hari, ratusan bebek tersebut diberi pakan sebanyak tiga kali dengan campuran konsentrat, bekatul, singkong, dan sayuran.
“Bebek-bebek ini baru berusia tiga bulan dan kami pelihara sejak menetas. Dulu kami pelihara sapi, tetapi karena mencari pakan rumput semakin sulit, kami beralih ke bebek untuk diambil telurnya,” jelasnya.
Bebek petelur biasanya mulai berproduksi saat menginjak usia enam bulan. Cipto optimistis, dalam tiga bulan ke depan, ratusan bebek miliknya sudah siap memasuki masa panen telur. (*)









Tinggalkan Balasan