Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Perlahan namun pasti, wajah baru rumah Watini, warga Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang mulai terlihat. Bangunan yang sebelumnya sederhana kini mulai berubah setelah mendapat program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) melalui TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.

Koramil 04/Bringin menjadi koordinator pelaksana dalam pembangunan RTLH milik Watini yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD. Memasuki pekan kedua pelaksanaan, proses pengerjaan rumah tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Sebelum dilakukan rehabilitasi, rumah Watini hanya berupa bangunan berbahan bata hebel tanpa teras yang berdiri di pinggir rumpun bambu. Kondisinya pun masih terbatas, terutama dari sisi luas bangunan dan fasilitas pendukung.

Dalam program rehabilitasi ini, rumah tersebut mendapat penambahan bangunan di bagian depan. Ruangan tambahan itu nantinya akan difungsikan sebagai ruang tamu sekaligus memperluas area hunian.

Tak hanya memperluas bangunan, penambahan ruangan tersebut juga menjadi solusi untuk memindahkan kamar mandi yang sebelumnya berada di luar rumah. Dengan adanya fasilitas di dalam bangunan, Watini nantinya akan lebih mudah beraktivitas, terutama saat malam hari.

Pantauan di lokasi, sejumlah bata hebel sudah tersusun membentuk dinding baru. Kusen pintu dan jendela juga mulai terpasang, menandakan progres pembangunan terus berjalan.

Danramil 04/Bringin melalui personel di lapangan optimistis pengerjaan rumah Watini dapat diselesaikan sesuai target sebelum penutupan program TMMD yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026.

“Kami terus berupaya mengejar waktu agar pembangunan ini selesai tepat sasaran dan dapat segera ditempati oleh penerima manfaat,” ujar salah satu personel pelaksana.

Melalui program TMMD, rehabilitasi RTLH menjadi bukti nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi warga penerima bantuan.