Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Tangis yang biasanya mewarnai prosesi khitan nyaris tak terdengar di Lantai 2 Resta Pendopo KM 456, Kabupaten Semarang, Kamis (2/7). Sebaliknya, puluhan anak yatim dan dhuafa tampak ceria mengikuti program Khitan Ceria 2026 yang kembali digelar hasil kolaborasi LAZIS Jateng Cabang Salatiga dan Resta Pendopo KM 456.
Memasuki tahun ketiga sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024, program sosial ini menunjukkan antusiasme yang terus meningkat. Dari 40 anak yang mendaftar, sebanyak 30 peserta terpilih untuk mengikuti khitan gratis. Mayoritas peserta merupakan anak-anak yang sedang memasuki masa peralihan dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama.
Kepala LAZIS Jateng Cabang Salatiga, Dwi Cahyono, mengapresiasi semangat para orang tua yang datang dari berbagai daerah untuk mengantarkan putra mereka mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut dia, khitan bukan hanya bagian dari syariat dan upaya menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi momentum penting bagi anak-anak untuk mulai mempersiapkan diri memasuki masa baligh dengan meningkatkan kualitas ibadah.
“Kami berharap setelah memasuki masa baligh, anak-anak semakin rajin melaksanakan salat lima waktu dan mengaji, tentu dengan pendampingan penuh dari orang tua,” ujar Dwi.
Sementara itu, Support and Admin Head Resta Pendopo KM 456, Rodhif Ahid, berharap sinergi antara pengelola rest area, Masjid Resta Pendopo, dan LAZIS Jateng dapat terus berlanjut sehingga manfaat program bisa dirasakan lebih banyak masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Tak hanya menyediakan layanan khitan gratis, Resta Pendopo KM 456 juga mengenalkan fasilitas perpustakaan mini kepada para peserta. Anak-anak diajak memanfaatkan ruang baca tersebut sebagai upaya menumbuhkan minat literasi sejak usia dini.
Melalui program Khitan Ceria, LAZIS Jateng dan Resta Pendopo KM 456 berharap dapat melahirkan generasi yang sehat, mandiri, berakhlak baik, serta tumbuh menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada orang tua.









Tinggalkan Balasan