DEPOK | HARIAN7.COM – Satuan Tugas (Satgas) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang menyumbat aliran Kali Tengah di wilayah Tanah Baru. Aksi pembersihan ini dilakukan setelah pihak dinas menerima laporan langsung dari masyarakat setempat mengenai kondisi sungai yang mulai tersendat.
Kepala Bidang SDA PUPR Kota Depok, Rizwanur Rahim, menyatakan apresiasi atas respons cepat tim lapangan dalam menindaklanjuti aduan warga. Menurutnya, kecepatan penanganan sangat krusial untuk mencegah potensi banjir atau luapan air saat curah hujan tinggi.
“Alhamdulillah, tadi sudah ada penanganan sampah di sekitar Kali Tengah Tanah Baru oleh Satgas SDA. Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan segera menerjunkan personel serta alat berat untuk normalisasi,” ujar Rizwanur, Sabtu (27/6/2026).
Didominasi Sampah Rumah Tangga dan Sedimen Lumpur
Dalam operasi pembersihan tersebut, Satgas SDA berhasil mengeruk satu truk penuh material sampah beserta sedimen lumpur yang mengendap di dasar saluran. Rizwanur merinci bahwa jenis sampah yang ditemukan didominasi oleh limbah rumah tangga, seperti styrofoam, ranting pohon, dan plastik kemasan.
Material-material ini merupakan penyumbang utama penyempitan kapasitas tampung kali. Styrofoam dan plastik yang ringan sering kali terbawa arus dan menyangkut di titik-titik sempit, sementara ranting pohon dan lumpur menambah beban sedimentasi yang memperlambat laju air.
“Kebanyakan sampah rumah tangga berupa styrofoam, ranting pohon, dan plastik. Ditambah dengan sedimen lumpur, kondisinya cukup memprihatinkan sebelum dibersihkan. Satu truk sampah dan lumpur berhasil kami evakuasi hari ini,” jelasnya.
Rizwanur mengimbau kepada warga yang bermukim di bantaran Kali Tengah Tanah Baru untuk tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air. Ia menekankan bahwa keberlanjutan fungsi drainase perkotaan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan pengerukan berkala. Namun, peran warga untuk tidak membuang sampah ke kali tetap menjadi kunci agar penanganan ini tidak sia-sia dan genangan dapat dicegah secara permanen,” tambahnya.









Tinggalkan Balasan