Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Lampu lalu lintas di Perempatan Jetis, Kota Salatiga, mendadak gelap akibat pemadaman listrik bergilir, Rabu (24/6/2026). Di salah satu simpang tersibuk di kota itu, kondisi tersebut berpotensi memicu kemacetan hingga kecelakaan jika tidak segera ditangani.

Beruntung, sebelum arus kendaraan berubah menjadi semrawut, sejumlah personel Satlantas Polres Salatiga lebih dulu turun ke tengah persimpangan. Dengan peluit di tangan dan isyarat tegas, mereka mengambil alih tugas traffic light yang tak lagi berfungsi.

Perempatan Jetis dikenal sebagai salah satu titik pertemuan kendaraan dengan mobilitas tinggi. Saat lampu pengatur lalu lintas mati, risiko antrean panjang dan saling serobot antarpengendara pun meningkat.

Menyikapi kondisi tersebut, lima personel Satlantas Polres Salatiga di bawah komando Kanit Kamsel Ipda Sumarno diterjunkan ke lokasi. Mereka mengatur arus kendaraan dari seluruh arah sekaligus membantu penyeberang jalan agar tetap aman.

Hasilnya, lalu lintas tetap bergerak lancar meski tanpa bantuan lampu pengatur. Kepadatan yang sempat dikhawatirkan terjadi berhasil diantisipasi berkat kehadiran petugas di lapangan.

Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Hendry Sulistyanta DS, mengatakan pengaturan manual dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah kemacetan maupun kecelakaan saat fasilitas lalu lintas tidak dapat beroperasi.

“Pemadaman listrik yang menyebabkan traffic light mati tentu membutuhkan kehadiran petugas di lapangan. Kami langsung menerjunkan personel agar arus lalu lintas tetap aman dan lancar,” ujarnya.

Selain mengatur kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi persimpangan. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti arahan petugas.

Menurut Hendry, pengaturan akan terus dilakukan hingga pasokan listrik kembali normal dan traffic light dapat berfungsi kembali.

Di tengah padamnya lampu pengatur lalu lintas, keberadaan polisi di tengah simpang menjadi “lampu hidup” yang menjaga kendaraan tetap bergerak tertib. Situasi yang sempat berpotensi kacau pun berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan kemacetan berarti.