SEMARANG, HARIAN7. COM– Daya tarik investasi Jawa Tengah kian tak terbendung di pasar internasional. Setelah sukses memikat investor dari 11 negara, kini giliran delegasi The Marq International SDN BHD asal Kuala Lumpur, Malaysia, yang resmi menjajaki peluang investasi strategis di wilayah ini.Penjajakan tersebut ditandai dengan pertemuan antara delegasi Malaysia dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur pada Senin (8/6/2026).
Sektor yang diincar meliputi energi terbarukan, geothermal, pertanian, hingga infrastruktur logistik.
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik ketertarikan tersebut. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki keunggulan kompetitif yang kuat bagi para pemodal asing.
“Terima kasih atas minat delegasi investor ini. Kami menawarkan kawasan industri yang sudah matang, proyek pertanian, geothermal, hingga energi terbarukan,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, Jateng unggul dalam kemudahan perizinan, situasi wilayah yang kondusif, serta kesiapan tenaga kerja.
Dalam pertemuan itu, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng turut memaparkan proyek konkret. PT Jateng Petro Energi (JPEN) menawarkan pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG.
Sementara itu, PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) menyodorkan peluang agribisnis, dan PT PRPP menawarkan modernisasi kawasan wisata terpadu di Semarang.
Pemprov Jateng juga membuka peluang investasi infrastruktur untuk menopang Kawasan Ekonomi Khusus. Proyek yang ditawarkan meliputi pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta pembangunan dry port (pelabuhan darat) di Batang dan Kendal.
“Kami juga menyiapkan konsep wisata ramah muslim untuk mendukung lebih dari seribu desa wisata di Jateng,” lanjut Luthfi.
CEO The Marq International SDN BHD, Steven Wei, memuji keterbukaan pemerintah daerah yang menjadi magnet utama bagi perusahaannya.
“Kami sangat gembira karena Pak Gubernur mendukung penuh kerja sama ini. Melalui jaringan kami, ini momentum tepat untuk membawa investasi dari Malaysia, China, hingga Korea ke Jawa Tengah,” ungkap Steven.
Sebagai langkah nyata, delegasi Malaysia bersama Jakarta Konsultan Grup langsung menjadwalkan peninjauan lapangan selama dua hari ke depan.
Direktur Jakarta Konsultan Grup, Mela Kartika, mengonfirmasi timnya akan melakukan kajian mendalam di sektor pertanian, geothermal, dan kawasan industri guna mengeksekusi peluang tersebut. (*)









Tinggalkan Balasan