DEPOK HARIAN7.COM – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera menangani kasus penutupan akses jalan yang terjadi di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Penutupan akses tersebut dinilai telah mengisolasi warga dan menghambat mobilitas serta pelayanan publik.

Edi Masturo Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok yang juga merupakan anggota Komisi A, menegaskan bahwa isu ini harus menjadi perhatian serius eksekutif. Menurutnya, lambatnya penanganan berpotensi memicu keresahan sosial dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Komisi A memandang permasalahan penutupan akses jalan yang mengakibatkan warga terisolasi harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu hadir secara cepat dan tegas untuk menjamin hak masyarakat atas aksesibilitas,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Ia menambahkan, negara memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga dapat mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi tanpa hambatan fisik yang tidak wajar. Penutupan jalan yang berlarut-larut dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap hak konstitusional warga.

“Dampaknya bukan hanya soal transportasi, tetapi juga psikologis warga yang merasa ditinggalkan. Ini bisa menurunkan kepercayaan publik secara signifikan jika tidak ditangani dengan baik,” tambahnya.

Oleh karena itu, Komisi A mendorong Pemerintah Kota Depok melalui instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Kecamatan Cilodong, untuk segera mengambil langkah penyelesaian yang komprehensif. Langkah tersebut harus transparan, melibatkan dialog dengan semua pihak yang bersengketa, dan berkeadilan dengan mengedepankan kepentingan umum.

“Masyarakat butuh kepastian. Jangan sampai ada tarik-ulur yang berkepanjangan. Kami akan terus mengawal proses ini hingga akses jalan kembali normal dan warga dapat beraktivitas seperti sedia kala,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Kota Depok mengenai timeline pembukaan kembali akses jalan tersebut. Warga Kalibaru sendiri berharap adanya tindakan nyata dalam waktu dekat agar kehidupan sehari-hari mereka tidak semakin terdampak