SEMARANG, HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin mengembalikan Jateng Fair sebagai magnet ekonomi dan hiburan terbesar di wilayahnya. Berbagai gelaran akan disuguhkan kepada pengunjung, mulai dari pemaran, hiburan, hingga aksi lingkungan.
Direktur Utama PT PRPP Jateng, Shafigh Pahlevi Lontoh mengatakan tema yang diusung tahun ini adalah Action for Transformation. Konsep tersebut tidak hanya menampilkan hiburan dan pameran, tetapi juga menggabungkan isu lingkungan, ekonomi kreatif, olahraga, hingga inovasi daerah.
“Selama 10 hari pelaksanaan, pengunjung ditargetkan mencapai 300 ribu orang. Target itu dipasang bukan tanpa alasan,” ujarnya, di Semarang, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, Pada penyelenggaraan 2025 jumlah pengunjung Jateng Fair melonjak drastis hingga sekitar 108.360 orang atau naik 300 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Kebijakan tiket masuk gratis disebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya animo masyarakat,” jelasnya.
Selain ramai pengunjung, lanjut Shafigh, perputaran ekonomi selama Jateng Fair 2025 juga tercatat mencapai Rp4,5 miliar dari transaksi UMKM, kuliner, hingga pameran bisnis dan layanan publik.
“Melihat tren tersebut, PRPP kini mengubah wajah Jateng Fair menjadi lebih modern dan tematik. Tahun ini, seluruh bale pameran dipastikan terisi, dengan tingkat okupansi tenant mencapai 74 persen bahkan lebih dari sebulan sebelum pembukaan,” ujarnya.
Shafigh menuturkan, Jateng Fair 2026 akan menghadirkan sejumlah zona baru untuk memperluas segmentasi pengunjung. Bale Sumbing disiapkan menjadi Jateng Kids Wonderland untuk wahana dan edukasi anak, sementara Bale Sindoro akan diisi Jawara Arena Tarung Bebas yang menghadirkan pertandingan MMA, termasuk kelas perempuan.
“Selain itu, akan digelar kegiatan Mangrove Akbar pada 28 Juni 2026 sebagai bagian dari kampanye pelestarian kawasan pesisir.Ini menjadi platform kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan swasta untuk bergerak bersama dalam menjaga lingkungan,” ucapnya.
Shafigh menambahkan, Dari sisi hiburan Jateng Fair 2026 juga membidik generasi muda melalui konser musik lintas genre yang menghadirkan sejumlah nama nasional seperti Ndarboy Genk, Guyon Waton, Aftershine, Endank Soekamti, Perunggu hingga Superman Is Dead.
“Antusiasme publik mulai terlihat dari penjualan tiket konser yang sudah mencapai 2.282 lembar. Penampilan Superman Is Dead menjadi salah satu yang paling diminati sejauh ini,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan