Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng

CILACAP | HARIAN7.COM – Menjelang Idul Adha Tahun 1446 H/2026 M, Dinas Pertanian (Dispertan) Cilacap, Jawa Tengah, telah menyiapkan vaksinasi dan ratusan petugas pemeriksa hewan untuk memastikan kesehatan dan keamanan hewan kurban.

Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta menjamin keamanan produk hewan yang dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dispertan Cilacap, Sigit Widayanto S.Pi. M.Si. melalui Kabid Peternakan, Slamet Sugino S.Pt mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

“Harapannya hewan-hewan yang dikorbankan sehat, tidak ada penyakit yang menyerang, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, saat ditemui diruangannya, Selasa (19/05/2026).

Untuk mencegah penyebaran PMK, Dispertan Kabupaten Cilacap telah menjalankan program vaksinasi dengan target 5.000 dosis khusus untuk ternak sapi. Vaksinasi menyasar kandang-kandang di sentra sapi potong dan daerah yang menjadi jalur lalu lintas hewan kurban.

“Kami harap dengan vaksinasi ini, tidak ada penyakit yang menyerang hewan kurban. Ini bagian dari upaya menjaga stok sapi sehat menjelang Idul Adha,” katanya.

Selain itu, Dispertan Kabupaten Cilacap juga akan mengadakan pelatihan bagi juru sembelih halal (Juleha). Namun jumlah peserta yang bisa diakomodasi masih terbatas hanya 25 orang.

“Pelatihan ini meliputi teknik penyembelihan sesuai syariat, penanganan pasca sembelih, dan standar kesejahteraan hewan,” tegas Slamet Sugiono.

Guna memastikan pengawasan berjalan maksimal, Dinas telah menyiapkan 160 petugas pemeriksa hewan kurban. Petugas terdiri dari sebagian pegawai Dispertan Cilacap serta penyuluh pertanian.

“Untuk petugas sudah disiapkan jumlahnya 160 orang yang terdiri dari sebagian dinas pertanian dan sebagian lagi dari penyuluh pertanian. Tapi pegawai penyuluh pertanian itu dari pusat, maka kami mengajukan agar bisa membantu,” tandasnya.

Ditambahkan, ke-160 petugas ini akan ditugaskan di lapak penjualan hewan, pasar hewan, dan lokasi pemotongan sementara untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah disembelih.

“Dinas mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di lapak yang sudah diperiksa petugas dan memiliki tanda hewan sehat,” pungkasnya. (*)