Tak Ada Demo, May Day di Salatiga Fokus Perkuat Hubungan Industrial
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Salatiga dikemas berbeda. Tak ada aksi turun ke jalan, ratusan buruh justru berkumpul di halaman Pemerintah Kota Salatiga, Jumat (1/5/2026), dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini diisi beragam acara, mulai dari zumba bersama, pertunjukan musik, hingga pembagian doorprize. Di sisi lain, puluhan stan UMKM turut meramaikan lokasi, menawarkan produk kuliner, sembako, dan kerajinan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
Di balik kemeriahan itu, pemerintah daerah menekankan pesan utama: menjaga hubungan industrial tetap harmonis. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, menyebut peringatan May Day menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan perusahaan.
“Ini bentuk penghargaan kepada pekerja sekaligus upaya membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” kata Agung.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan serikat pekerja, Gunawan. Ia menegaskan buruh memiliki posisi strategis dalam pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.
“Buruh adalah mitra strategis. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dan perusahaan perlu terus dijaga,” ujarnya.
Selain hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan langsung bagi pekerja. PMI dan Polres Salatiga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara Polres menyediakan pos konsultasi hukum melalui program “Polri Peduli Buruh”. Pada kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, mengatakan kondisi hubungan industrial di daerahnya relatif kondusif. Sepanjang 2025, terdapat 19 aduan ketenagakerjaan dan seluruhnya telah diselesaikan. Sementara pada 2026, dari delapan aduan yang masuk, tujuh sudah ditangani dan satu masih berproses.
“Ini menunjukkan komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan perusahaan berjalan cukup baik,” kata Nina.
Ia berharap momentum May Day tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga ruang memperkuat kemitraan yang berkelanjutan.
“Hubungan yang sehat dan berkeadilan harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Perayaan May Day di Salatiga tahun ini memperlihatkan pendekatan berbeda: mengedepankan dialog dan kolaborasi, di tengah dinamika isu ketenagakerjaan yang terus berkembang.













Tinggalkan Balasan