Bau Menyengat Limbah SPPG Dikeluhkan, Warga Jagir Desak Perbaikan Pengeloaan IPAL
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | HARIAN7.COM – Aktivitas warga Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terganggu oleh bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Keluhan ini mencuat karena aroma menyengat disebut kerap tercium hingga ke area permukiman dan tempat ibadah.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku terdampak langsung. GD, TL, dan NR, misalnya, menyebut bau limbah tercium hampir setiap hari dan semakin mengganggu saat mereka beraktivitas di rumah maupun ketika beribadah di masjid yang letaknya berdekatan dengan dapur SPPG.
“Baunya sangat tidak sedap, apalagi kalau kami ke masjid. Sangat mengganggu,” ujar salah satu warga, Jumat (1/5/2026).
Warga menilai persoalan ini berkaitan dengan belum optimalnya pengelolaan limbah. Mereka menduga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di fasilitas tersebut belum memadai. Kondisi itu diperparah saat hujan turun, ketika limbah disebut meluap dan mengalir ke kebun serta saluran drainase di pinggir jalan.
“Kalau hujan, limbahnya meluap ke kebun jati dan got. Bau makin menyengat,” kata GDT, warga lainnya.
SPPG Desa Jagir diketahui dikelola oleh Yayasan Cahaya Jendela Kebaikan. Namun, hingga kini warga mengaku belum melihat adanya perbaikan signifikan terhadap sistem pengolahan limbah, meski keluhan telah berlangsung cukup lama. Sebagian warga juga mengaku ragu untuk melapor secara terbuka.
Di sisi lain, Kepala SPPG Desa Jagir, Fajar Qoiriyah, saat dikonfirmasi harian7.com menyampaikan bahwa kewenangan terkait pengelolaan limbah berada pada pihak lain.
“Untuk yang bertanggung jawab Pak Slamet, kami tidak bisa memberi keterangan terkait IPAL. Silakan menghubungi Pak Slamet Riyanto,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Upaya konfirmasi kepada Slamet Riyanto telah dilakukan melalui pesan singkat. Ia sempat merespons dan menyatakan bersedia memberikan klarifikasi pada Senin mendatang. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Kondisi ini membuat warga berharap ada perhatian serius dari pengelola maupun pihak terkait agar sistem pengolahan limbah segera diperbaiki, sehingga tidak lagi mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar.













Tinggalkan Balasan