HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ratusan Pebalap Mini 4WD Adu Kencang di Terminal Tingkir, Tamiya Damper Tembus 40 Km/Jam

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Riuh suara roda mini 4WD memecah suasana Mini Convention Hall Terminal Tipe A Tingkir, Minggu (26/4/2026). Ajang Race Tamiya kelas damper style yang digelar Komunitas Tamiya KOBAM Salatiga menghadirkan persaingan ketat, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi para penghobi lintas usia.

Ketua penyelenggara acara, Herlambang Eko Prakasa, mengatakan kelas yang dilombakan kali ini menitikberatkan pada kecepatan dan ketahanan mobil di lintasan.

“Ini kelas damper style, fokusnya kencang-kencangan. Kecepatan bisa sampai 40 km per jam, tapi yang terpenting bukan hanya cepat, melainkan bisa finish tiga lap,” ujar Herlambang kepada Harian7.com.

Dalam satu kali start, tiga mobil langsung dilepas bersamaan. Hanya mobil yang mampu menyelesaikan tiga putaran tanpa keluar lintasan yang berhak melaju ke babak berikutnya. Sistem penilaian pun sederhana, yakni berdasarkan clear finish dengan bantuan sensor di garis start dan finis.

Baca Juga:  DGP-8 Menggelar Muswil, Subarno Ketua Terpilih: Kita Akan Perkenalkan Capaian Prestasi Ganjar Ke Seluruh Nusantara

“Yang dinilai hanya finish. Ada sensor yang mencatat waktu, dan dari situ ditentukan siapa yang tercepat sampai babak final,” katanya.

Dari sisi catatan waktu, persaingan berlangsung sengit. Hingga siang hari, rekor tercepat sementara berada di angka 12,0404 detik, disusul catatan waktu lain di kisaran 12,95 detik di dua lintasan berbeda.

Peserta yang ambil bagian mencapai sekitar 120 tim dari berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai dari Malang, Ngawi, hingga Tegal. Antusiasme ini menunjukkan bahwa Tamiya bukan sekadar permainan anak-anak, melainkan hobi serius yang digeluti hingga orang dewasa.

Baca Juga:  Prestasi Gemilang 2024: Kemenkumham Jateng Gelar Evaluasi Akhir Tahun

“Pesertanya dari seluruh Jawa. Ini komunitas yang disukai dari anak-anak sampai dewasa,” ucap Herlambang.

Ia menambahkan, di balik keseruannya, hobi ini juga menuntut ketelitian tinggi. Banyak faktor yang menentukan performa mobil, mulai dari baterai, mesin, hingga pengaturan komponen seperti damper, ban, dan keseimbangan bodi.

“Bukan sekadar pasang baterai lalu jalan. Setting itu penting, bahkan bisa bikin stres kalau mobil tidak finish,” katanya.

Dari sisi biaya, satu unit Tamiya untuk kelas ini bisa menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 juta, bahkan lebih tergantung spesifikasi. Sementara untuk bisa kompetitif, para peserta umumnya membutuhkan waktu belajar hingga satu tahun.

Salah satu peserta asal Brebes, Heru, mengaku tertarik mengikuti lomba karena atmosfer kompetisinya yang seru.

Baca Juga:  Dana Desa 2025: Minimal 20% untuk Ketahanan Pangan, Prioritas Pembangunan Berkelanjutan

“Seru kompetisinya. Persiapannya ya fokus di mobil, terutama part-part untuk lomba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Tingkir Salatiga, Vicky Chandra Yanuar, menilai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan fungsi terminal sebagai ruang publik yang produktif.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan PNBP sekaligus meramaikan terminal agar menjadi wadah berbagai aktivitas positif masyarakat, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM,” kata Vicky.

Ia menegaskan, terminal modern tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, ekonomi, hingga komunitas.

Dalam kejuaraan ini, panitia menyiapkan total hadiah Rp 10 juta yang akan diperebutkan peserta di berbagai kategori. Penyerahan hadiah dijadwalkan berlangsung pada penghujung acara sekitar pukul 21.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!