HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Dies Natalis UIN Salatiga, Rektor Singgung Soal Lingkungan

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, menyerukan “jihad ekologis” kepada seluruh sivitas akademika dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-56 yang dirangkaikan dengan Wisuda ke-11, Sabtu (25/4). Ajakan ini menjadi penegasan arah kampus dalam merespons krisis lingkungan melalui integrasi iman, ilmu, dan aksi nyata.

Kegiatan yang digelar di Auditorium Prof. Dr. H. Achmadi tersebut mengusung tema Ecotheology, Green Campus, Sustainable Civilization: Integrasi Iman, Ilmu, dan Aksi untuk Masa Depan Bumi dan Peradaban. Tema ini sekaligus menjadi penanda komitmen UIN Salatiga dalam membangun peradaban berkelanjutan berbasis nilai keislaman.

“Jihad ekologis adalah upaya melawan nafsu merusak alam. Ini harus menjadi gerakan institusional yang dilakukan seluruh sivitas akademika, dimulai dari kampus dan meluas ke masyarakat,” ujar Zakiyuddin.

Baca Juga:  Kakanwil Ditjenpas Jateng Lantik Pejabat: Songsong Pemasyarakatan Lebih Baik

Ia menekankan bahwa momentum Dies Natalis ke-56 harus menjadi manifestasi visi Green Wasathiyah Campus. Menurut dia, dunia tengah memasuki era baru ketika aktivitas manusia mengubah struktur bumi secara signifikan sehingga krisis ekologis memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Karena itu, riset, ilmu, dan aksi nyata tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus beriringan,” katanya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, yang hadir secara daring, menyebut langkah UIN Salatiga sejalan dengan arah kebijakan nasional. Ia menilai konsep Green Wasathiyah Campus selaras dengan program ekoteologi Kementerian Agama.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Instruksikan Kapolsek Brebes Bentuk Empat Pilar Bersama Tokoh Agama untuk Jaga Keamanan Desa

Selain itu, ia menyoroti pentingnya “Kurikulum Cinta” sebagai penguat nilai spiritual. “Cinta kepada Tuhan akan melahirkan cinta kepada sesama dan lingkungan. Dari sana, peluang terwujudnya masyarakat madani semakin besar,” ujarnya.

Sahiron juga mengapresiasi capaian akademik UIN Salatiga yang dinilai berkembang pesat, termasuk kontribusinya dalam publikasi ilmiah di tingkat global.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, yang mewakili wali kota. Ia menilai kehadiran UIN Salatiga memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah.

“Kami menunggu sinergi berkelanjutan dari UIN Salatiga untuk kemajuan kota ini. Dari Salatiga untuk Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Baca Juga:  Tri Rismaharini Kunjungi Korban Tanah Longsor Pagentan, Sedih Mendengar Ungkapan Anak Yatim Piatu

Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda, Prof. Miftahuddin, melaporkan sebanyak 581 mahasiswa diwisuda pada periode ini, terdiri dari 28 lulusan program pascasarjana dan 553 lulusan program sarjana.

“Wisudawan terbanyak berasal dari Fakultas Syariah sebanyak 143 orang, disusul Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 141 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 129 orang, Fakultas Dakwah 77 orang, serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora 63 orang,” jelasnya.

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 385 merupakan wisudawati. Secara kumulatif, UIN Salatiga telah meluluskan 28.402 alumni sejak masih berstatus sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo hingga kini menjadi universitas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!