HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Simulasi Ricuh di Depan Balai Kota, Polres Salatiga Uji Kesiapan Hadapi Situasi Kontinjensi

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Aksi unjuk rasa pedagang Pasar Raya yang awalnya berjalan damai mendadak berubah ricuh di depan Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Kamis (23/4/2026). Massa yang semula menyampaikan aspirasi, tiba-tiba terprovokasi dan memicu kerusuhan.

Namun, situasi tersebut bukan kejadian nyata. Kericuhan itu merupakan bagian dari Latihan Lapangan Kesiapan Antisipasi Gangguan Kamtibmas Berimplikasi Kontinjensi yang digelar Polres Salatiga di kawasan Jalan Letjend Sukowati, dan disaksikan unsur Forkopimda.

Dalam simulasi tersebut, ratusan personel memperagakan tahapan penanganan mulai dari kondisi hijau (aman), kuning (rawan), hingga merah (kritis). Polisi tampak sigap membentuk barikade, melakukan negosiasi, hingga langkah represif terukur saat situasi memanas.

Baca Juga:  Suarakan Demokrasi, Siswa SMP Kristen Lentera "Serbu" Gedung DPRD Kabupaten Semarang

Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, mengatakan latihan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan personel menghadapi dinamika di lapangan yang bisa berubah cepat.

“Latihan ini kami laksanakan sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Personel harus terlatih, responsif, dan profesional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, latihan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga menguji sistem komando, pola koordinasi, serta kecepatan pengambilan keputusan.

“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami perannya, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan situasi,” kata dia.

Baca Juga:  Barber Ladies Kudus: Saat Gunting dan Clipper Tak Lagi Milik Pria

Menurut Ade, skenario yang diangkat dibuat mendekati kondisi riil, termasuk potensi aksi anarkis yang membutuhkan penanganan terpadu lintas sektor.

Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian situasi tidak lepas dari sinergi dengan berbagai pihak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya menjadi kunci utama menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.

Dari hasil latihan, Ade menilai kesiapan personel dan sarana prasarana secara umum sudah baik, meski evaluasi tetap akan dilakukan untuk penyempurnaan.

Baca Juga:  Geruduk Rumah Pimpinan Koperasi BLN! Nasabah Teriak: Modal Belum Balik, Untung Nggak Dapat

Wali Kota Salatiga, dr Robby Hernawan, turut mengapresiasi pelaksanaan latihan tersebut. Ia menilai simulasi berjalan dengan baik dan diharapkan situasi serupa tidak benar-benar terjadi.

“Latihannya sudah sangat baik. Kita berharap kalau ada aksi unjuk rasa, tidak sekeras ini,” ujarnya berseloroh.

Di akhir kegiatan, Kapolres mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan wilayah.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan damai,” katanya.

Melalui latihan ini, Polres Salatiga diharapkan semakin siap menghadapi potensi gangguan kamtibmas serta mampu memberikan perlindungan dan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!