HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

LavAni Juara Putaran Dua Four Final Proliga 2026, Tundukan Byangkara Presisi 3-1 

SEMARANG | HARIAN7.COM – Jakarta LavAni Livin’ Transmeda meraih juara putaran kedua setelah pada laga penentuan menundukkan Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-20, 25-15, 18-25, 25-22) dalam lanjutan Final Four Proliga seri tiga di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (19/4/2026).

Kemenangan ini tidak hanya memastikan LavAni sebagai juara putaran kedua Final Four tetapi juga mengukuhkan status mereka sebagai tim tak terkalahkan selama babak empat besar.

Dengan menjadi juara putaran kedua ini, LavAni mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 60 juta.

Baca Juga:  Polisi Ringkus Dua Pelaku Pemalakan dengan Senjata Tajam di Pengapon Semarang

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni mengatakan bahwa timnya belum berada di level tinggi yang di inginkan.

“Pemain kami masih kedodoran menerima servis pemain asing Bhayangkara. Inginnya kami, sekali terima servis, langsung balas serangan dan bola mati di pihak lawan,” ujarnya.

Menurutnya, Dalam laga tersebut Alfin Danil dan kawan – kawan tampil menekan sejak set awal. Namun di balik kemenangan tersebut ada yang disorotinya yaitu receive.

Baca Juga:  Buka Peluang di Final, Popsivo Polwan Berhasil Kandaskan Electric PLN Mobile

“Selain faktor teknis, cuaca ekstrem Kota Semarang ternyata menjadi lawan tambahan bagi LavAni. Fisik pemain terkuras habis, membuat performa mereka dinilai belum mencapai titik optimal 100 persen,” jelasnya.

Salah satu pemain LavAni Irpan menyatakan kemenangan ini adalah modal berharga untuk tampil lebih percaya diri di Grand Final.

Sementara itu, Pelatih Bhayangkara Prsisi Reidel Alfonso Gonzalez Toiran menuturkan kekalahan ini dengan kepala dingin.

Baca Juga:  Liburan Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Ajak Jelajahi Destinasi Wisata

“Baginya, kekalahan di Semarang hanyalah bagian dari proses menuju puncak performa,” ujarnya.

Menurutnya, bahwa kekuatan pasukannya saat ini belum optimal karena level performa baru menyentuh angka 60%.

“evaluasi utama komunikasi antar-pemain dan koordinasi lapangan yang masih sering miss komunikasi,” ucapnya.

Salah satu pemain Byangkara Presisi Rendy menyatakan tak gentar meski timnya baru saja terjungkal.

laga ini adalah bahan evaluasi mahal untuk meminimalisasi kesalahan yang tidak disengaja di Yogyakarta nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!