Belajar Matematika Makin Interaktif, Layar Sentuh IFP Bikin Siswa Lebih Aktif di Kelas
Laporan: Muhamad Nuraeni
MAGELANG | HARIAN7.COM – Pemanfaatan teknologi di ruang kelas kian mengubah cara belajar siswa. Salah satunya melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) yang terbukti mendorong pembelajaran lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Hal ini terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meninjau langsung penggunaan IFP dalam pembelajaran Matematika kelas V di SD Negeri Borobudur 2, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti mengamati bagaimana guru dan siswa memanfaatkan layar interaktif untuk menampilkan visual, video, hingga simulasi pembelajaran yang bisa disentuh langsung oleh siswa.
“Terima kasih para guru sudah mengajar dengan baik, anak-anak jadi semangat. Tapi tentu kami tekankan bahwa pembelajaran tetap harus terintegrasi dengan pembelajaran mendalam dan program-program penguatan pendidikan karakter,” ujarnya.
Tak hanya meninjau, Mendikdasmen juga berdialog dengan para siswa. Mereka mengaku lebih antusias belajar karena materi disajikan secara visual dan interaktif. Siswa juga bisa langsung berpartisipasi dengan menyentuh layar untuk menjawab soal atau mengeksplorasi materi.
Meski demikian, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menggeser kebiasaan dasar dalam belajar, seperti menulis.
“Menulis itu agar apa yang dipelajari bisa kita ingat, sekaligus melatih kita belajar mandiri di luar kelas,” katanya.
Guru kelas V, Susanti, menyebut IFP telah membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Menurut dia, pembelajaran kini menjadi lebih variatif dan mendorong keterlibatan aktif siswa.
“Anak-anak bisa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar. Bahkan, mereka sering mengusulkan fitur atau permainan edukatif yang ingin dicoba di kelas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perangkat ini juga memudahkan guru mengakses berbagai sumber belajar dalam satu media, mulai dari video, simulasi, hingga materi presentasi.
Hal serupa disampaikan Kepala SD Negeri Trenten 2, Sri Muryani. Ia menilai kehadiran IFP berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa sejak mulai digunakan pada awal 2026.
“Motivasi anak-anak meningkat karena mereka bisa langsung melihat dan mencari materi yang dibutuhkan. Keterlibatan mereka dalam pembelajaran juga lebih tinggi,” ujarnya.
Pemanfaatan IFP menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan berpusat pada siswa. Integrasi teknologi diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan partisipasi aktif dalam proses belajar.(*)












Tinggalkan Balasan