HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Klarifikasi Kepala Puskesmas Sine soal Dugaan Pengusiran Wartawan: Sebut Hanya Miskomunikasi Saat Rapat

NGAWI | HARIAN7.COM – Kepala Puskesmas Sine, dr. Dina, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pengusiran terhadap wartawan harian7.com, Budi Santoso, saat hendak melakukan peliputan kegiatan di lingkungan puskesmas.

Menurut dr. Dina, informasi yang beredar tersebut tidak sepenuhnya benar. Ia menegaskan tidak pernah ada tindakan pengusiran yang dilakukan oleh stafnya, termasuk pegawai berinisial WD yang disebut dalam pemberitaan.

“Saya sudah meminta keterangan kepada staf kami, WD, dan yang bersangkutan menyampaikan tidak pernah melakukan pengusiran terhadap saudara Budi Santoso,” ujar dr. Dina dalam keterangannya.

Ia kemudian memaparkan kronologi kejadian yang terjadi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Budi Santoso datang ke aula Puskesmas Sine untuk meliput rapat minilokakarya lintas sektoral yang dihadiri unsur Forkopimcam dan kepala desa se-Kecamatan Sine.

Menurutnya, karena rapat sedang berlangsung, staf WD yang bertugas tidak memiliki kewenangan untuk memberikan izin kepada pihak luar masuk ke dalam ruang rapat. Oleh karena itu, Budi Santoso diminta menunggu di ruang tunggu hingga sesi pemaparan materi selesai.

“Staf kami sudah mempersilakan untuk menunggu di ruang tunggu. Namun, yang bersangkutan tetap masuk ke ruang rapat dan mulai merekam menggunakan ponsel,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, WD kemudian mendekati dan menyampaikan permohonan maaf sambil meminta agar Budi Santoso menunggu sejenak di ruang tunggu. Namun, respons yang diterima disebut bernada tinggi sehingga sempat terjadi ketegangan.

Setelah menyelesaikan penyampaian materi dalam rapat, dr. Dina mengaku langsung menemui Budi Santoso untuk memberikan penjelasan sekaligus mengklarifikasi situasi yang terjadi.

“Saya menanyakan maksud kedatangannya dan menjelaskan secara singkat jalannya rapat. Kami juga sempat berdiskusi, meskipun dengan nada yang kurang berkenan. Namun, saya sudah menyampaikan permohonan maaf apabila ada sikap dari staf kami yang kurang berkenan,” katanya.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan.

Dalam kesimpulannya, dr. Dina menyatakan tidak ada tindakan pengusiran terhadap wartawan, melainkan hanya miskomunikasi terkait prosedur peliputan dan akses masuk ke ruang rapat.

“Tidak benar ada pengusiran. Yang terjadi adalah kesalahpahaman karena tidak adanya konfirmasi sebelumnya terkait rencana peliputan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya tetap terbuka terhadap kehadiran media, namun berharap adanya koordinasi terlebih dahulu agar peliputan dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu jalannya kegiatan.

“Setelah saya mendapat informasi ada wartawan yang ingin bertemu, saya langsung menemui yang bersangkutan setelah selesai menyampaikan materi. Kami ingin tetap menjaga komunikasi yang baik,” pungkasnya.(*)

Berita sebelumnya:

Baca Juga:  Wartawan Diusir Saat Liputan di Puskesmas Sine, Cermin Minimnya Pemahaman Keterbukaan Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!