HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gerak Cepat BPBD Jateng Tangani Banjir Solo Raya: Logistik Aman, Evakuasi Berlanjut 

Laporan: Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bergerak cepat menangani banjir yang mengepung wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4) sore. Fokus utama saat ini adalah mengevakuasi ribuan warga terdampak dan memastikan distribusi logistik di titik pengungsian berjalan lancar.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan bahwa tim gabungan dari BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, hingga Polri telah disebar ke titik-titik kritis. Prioritas utama dalam masa darurat ini adalah penyelamatan nyawa.

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar di Salatiga, 16 Siswa SMP Diamankan

“Evakuasi warga di lokasi terdampak menjadi prioritas. Kami terus bergerak seiring meningkatnya permintaan evakuasi dari masyarakat,” ujar Bergas saat ditemui di Semarang, Rabu (15/4).

Data sementara menunjukkan dampak signifikan di dua wilayah utama. Di Kabupaten Sukoharjo, tercatat sekitar 1.900 warga terdampak, sementara di Kota Surakarta sebanyak 109 jiwa telah mengungsi ke fasilitas umum seperti masjid, balai warga, dan gedung sosial.

Meskipun intensitas hujan mulai menurun, Bergas mengingatkan bahwa air masih terus mengalir menuju wilayah yang lebih rendah. Kondisi ini diperparah dengan tingginya debit air di Sungai Bengawan Solo serta anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe.

Baca Juga:  Hujan Angin di Ungaran Timur: Pohon Tumbang Robohkan 3 Tiang Listrik, Jalur Kalirejo-Kalongan Lumpuh

“Kami sudah mengoperasikan pompa di beberapa titik genangan. Namun, upaya ini belum optimal karena muka air sungai utama (Bengawan Solo) masih sangat tinggi,” jelasnya.

Selain teknis pompanisasi, BPBD Jateng telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk menjamin ketersediaan makanan siap saji, air bersih, serta layanan medis bagi pengungsi, terutama lansia dan anak-anak.

Baca Juga:  Peduli Dampak Banjir Demak, Pangdam IV/Diponegoro Kerahkan Prajurit Yonzipur 4/TK untuk Percepatan Pembersihan

Sebagai langkah jangka panjang, BPBD mendorong percepatan normalisasi sungai dan pembangunan kawasan penampungan air bersama instansi teknis seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Harapannya ada tempat penampungan air tambahan untuk mengurangi beban sungai saat debit tinggi. Untuk saat ini, kami minta masyarakat tetap waspada karena potensi banjir susulan masih terbuka,” pungkas Bergas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!