Ribuan Warga Padati “Kabupaten Semarang Bersholawat”, Doa dan Pembangunan Disatukan
Laporan: Sodiq
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Ratusan hingga ribuan warga memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Kecamatan Tengaran, Sabtu (11/4/2026) malam, dalam gelaran “Kabupaten Semarang Bersholawat” yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang religius, tetapi juga sarana memperkuat pesan pemerataan pembangunan.
Kehadiran ulama kondang KH Muhammad Ali Shodiqibin bersama kelompok Mafia Sholawat menjadi magnet utama. Jamaah tak hanya datang dari wilayah Kabupaten Semarang, tetapi juga dari Boyolali, Salatiga, hingga Kota Semarang.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang turut mendampingi Gus Ali menegaskan, dipilihnya wilayah selatan sebagai lokasi acara menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Ini bagian dari upaya agar pembangunan tidak hanya terpusat, tetapi merata hingga wilayah selatan Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah proyek strategis telah disiapkan sebagai langkah awal percepatan pembangunan di kawasan tersebut, di antaranya pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa dan Akademi Inovasi Indonesia di Dusun Mulyorejo, Desa Barukan, Tengaran. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan sekolah rakyat.
Menurut Ngesti, pembangunan yang merata diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di wilayah berjuluk Bumi Serasi tersebut.
Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Nur Arifah, Sekretaris Daerah Valeanto Sukendro, Ketua TP PKK Peni Ngesti Nugraha, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketua panitia, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang silaturahmi sekaligus sarana membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Selain itu, ini juga menjadi momentum doa bersama melalui sholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kesejahteraan masyarakat Kabupaten Semarang semakin meningkat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya memadukan pendekatan spiritual dan pembangunan, dengan harapan mampu memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong kemajuan daerah secara inklusif.(*)













Tinggalkan Balasan