Komisi IV DPR Serap Aspirasi Peternak di Salatiga, Soroti Lemahnya Rantai Hulu-Hilir Sapi Perah
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Koperasi Ngudi Luhur, Kota Salatiga, Kamis (9/4/2026), untuk menyerap langsung aspirasi peternak sapi perah sekaligus memetakan persoalan dalam membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto bersama rombongan, dan dihadiri Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan lembaga terkait seperti Badan Pangan Nasional dan Badan Karantina Indonesia.
Dalam dialog terbuka, para legislator menekankan pentingnya mendengar langsung kondisi riil di lapangan agar kebijakan yang disusun tidak meleset dari kebutuhan peternak.
“Kami hadir untuk meraup informasi dan mendengar langsung berbagai persoalan di lapangan. Apa yang disampaikan peternak hari ini akan menjadi bahan penting bagi kami dalam merumuskan kebijakan yang tepat,” ujar Panggah.
Ia menegaskan, penguatan subsektor sapi perah menjadi bagian strategis dalam mendorong ketahanan pangan nasional, terutama untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Sejumlah persoalan krusial mencuat dalam pertemuan tersebut. Mulai dari keterbatasan bibit unggul, minimnya alat pengolahan dan penyimpanan susu yang memenuhi standar steril, hingga tingginya biaya pakan berkualitas.
Para peternak juga menyoroti perlunya dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana produksi agar kualitas susu yang dihasilkan mampu bersaing dan memenuhi standar industri.
Salah satu peternak, Gimin, mengaku peternak sebenarnya memiliki semangat besar untuk berkembang dan menjalin kemitraan lebih luas. Namun, keterbatasan peralatan masih menjadi hambatan utama.
“Kami ingin berkembang dan bekerja sama dengan lebih banyak pihak, tetapi fasilitas yang kami miliki masih terbatas,” ujar dia.
Melalui kunjungan ini, DPR berharap dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat rantai pasok susu nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan usaha peternak sapi perah di daerah.(*)













Tinggalkan Balasan