HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Menaker: Pasar Kerja Harus Adaptif, Peluang Tetap Terbuka di Tengah Tekanan Global

Laporan: Muhamad Nuraeni

JAKARTA | HARIAN7.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah bergerak cepat menjaga agar peluang kerja di Indonesia tetap terbuka di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang mulai menekan sektor industri.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama American Chamber of Commerce in Indonesia dan SSEK Legal Consultants di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurut dia, langkah cepat diperlukan agar pencari kerja lebih mudah mengakses informasi lowongan serta pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga:  HUT Korpri Ke 49, Jokowi : Saya Apresiasi Semangat Pengabdian Anggota Korpri di Tengah Pandemi

“Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan dini PHK, dialog bersama perusahaan dan pekerja, serta akselerasi program pelatihan dan peningkatan keterampilan,” ujar Yassierli.

Ia menekankan, penguatan sektor ketenagakerjaan nasional hanya dapat berjalan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.

Dalam forum tersebut, Yassierli juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Menurut dia, banyak lowongan tersedia, namun belum tersambung secara optimal dengan pencari kerja, baik dari sisi informasi maupun kualifikasi.

Baca Juga:  Walikota Terpilih Sampaikan Empat Program Unggulan di Pidato Perdana

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah mendorong perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja agar proses rekrutmen lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Yassierli mengajak AmCham terlibat langsung dalam pengembangan keterampilan pekerja, khususnya bagi kelompok low hingga medium skill, agar lulusan pelatihan siap terserap di dunia kerja.

“Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua,” tambahnya.

Baca Juga:  Politik Balas Budi dan Kompromi: Kabinet Prabowo dan Loyalis Jokowi

Di sisi lain, Yassierli mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, akan mengubah lanskap dunia kerja secara masif.

Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dunia usaha agar pasar kerja semakin adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan perubahan ke depan.

“Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional,” ujar Yassierli.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!