HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Empat Pekerja Tewas di Jagakarsa, Polisi Pastikan Akibat Sesak Napas saat Saling Menolong

JAKARTA | HARIAN7.COM –  Kepolisian memastikan penyebab tewasnya empat pekerja bangunan di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akibat sesak napas setelah menghirup gas di dalam penampungan air proyek.

“Penyebab empat pekerja tewas karena sesak napas,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Nurma menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan para korban memang sempat terjatuh ke dalam penampungan air. Namun, tidak ditemukan luka pada tubuh mereka.

“Dari pemeriksaan jenazah dikatakan mereka memang terjatuh, namun tidak ada luka. Maka dipastikan mereka terjatuh karena sesak napas,” ujarnya.

Baca Juga:  Polres Semarang Berikan Pendampingan dan Fasilitas Ijab Qobul Pada Tahanan Narkoba

Polisi menduga para korban menghirup gas berbahaya dari dalam tangki air tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami jenis gas yang menyebabkan insiden maut itu.

“Mereka terjatuh dan sesak napas karena saling menolong yang lain,” kata Nurma.

Sementara itu, tiga pekerja lain yang turut mengalami sesak napas dan sempat dirawat di RS Polri, kini kondisinya dilaporkan sudah membaik.

“Kondisi tiga korban sudah membaik,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden terjadi di proyek bangunan bertingkat di kawasan Jagakarsa. Empat pekerja dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami sesak napas usai menghirup gas dari tangki air.

Baca Juga:  Dukung Peternak Lokal, Sekda Kabupaten Semarang Ajak ASN Minum Susu Segar

Keempat korban meninggal masing-masing berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat.

Adapun tiga korban selamat yang sempat mengalami sesak napas yakni UJ (41), SN (63), dan AJ (47), yang merupakan warga Purwakarta.

Peristiwa bermula pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, ketika dua pekerja diminta mandor untuk menguras penampungan air bersih yang berada di lantai dasar (basement).

Saat proses pembongkaran penutup tangki, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang penampungan sedalam sekitar tiga meter. Rekannya yang berusaha menolong tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan (safety) ikut terjatuh.

Baca Juga:  Pria Ditemukan Tewas di Sungai Muneng, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Upaya penyelamatan yang dilakukan secara spontan justru membuat lebih banyak pekerja ikut terpapar gas di dalam penampungan tersebut.

Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami sesak napas diduga karena hawa panas serta bau menyengat dari dalam toren.

Para korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo oleh rekan kerja. Namun, setibanya di rumah sakit, empat korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter unit gawat darurat.(Yuanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!