HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ngabuburit di Tengah Aroma Takjil, 150 UMKM Serbu Salatiga Creative Fest

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Langit sore di Jalan Langensuko dan Jalan Margosari, Kota Salatiga, Kamis (19/02/2026), berubah menjadi panggung kecil penuh aroma takjil. Tenda-tenda berjejer, lampu-lampu gantung mulai menyala, dan 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka lapak dengan penuh harap. Salatiga Creative Fest resmi dimulai.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membuka gelaran bertema “Ramadan Ceria, UMKM Berdaya” itu di hadapan Forkopimda, jajaran kepala OPD, hingga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga yang juga memimpin Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) setempat. Ramadan kali ini, rupanya, bukan hanya soal ibadah, tapi juga perputaran rupiah.

Baca Juga:  Uang BOS Disulap Jadi Harta Pribadi, Kepala Sekolah dan Bendahara SMAN 2 Bungo Terseret Kasus Korupsi Miliaran

“Saya berharap kegiatan ini menjadi hiburan bagi warga Kota Salatiga sekaligus menjadi arena ngabuburit, serta mampu meningkatkan pemberdayaan UMKM yang ada di Salatiga. Saya juga berharap di akhir kegiatan nanti akan dilakukan evaluasi untuk kemajuan UMKM kita, baik dari sisi peningkatan income atau pemasukan, kualitas produk, dan sebagainya,” ujar Robby.

Dari gorengan yang berdesis di wajan, minuman dingin berwarna pastel, hingga aksesori dan fesyen bernuansa lebaran, semua ditawarkan dalam satu lintasan jalan yang berubah fungsi menjadi ruang promosi raksasa. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Bayu Joko Mulyono, menyebut durasi festival terbilang panjang cukup untuk menguji stamina pedagang dan daya beli warga.

Baca Juga:  Aksi di Sekitar DPRD Pati Memanas, Polisi Redam dengan Pendekatan Humanis

“Kegiatan ini akan berlangsung kurang lebih 29 hari, dari 19 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026. Ini waktu yang cukup panjang, semoga dapat menghasilkan omzet yang luar biasa bagi perekonomian Kota Salatiga. Kegiatan ini juga diikuti oleh kurang lebih 150 UMKM,” jelasnya.

Baca Juga:  Seratus Losida Dipasang di Kenteng untuk Kurangi Sampah Organik

Panitia tak hanya menjual rasa, tetapi juga suasana. Tari Sufi berputar pelan di panggung kecil, band lokal memecah senja dengan lagu-lagu populer. Di sela keramaian, Baznas Kota Salatiga bersama Pakasa membagikan paket sembako, sentuhan sosial di tengah hiruk-pikuk transaksi.

Salatiga Creative Fest tahun ini disebut lebih meriah dan variatif dibanding bazar Ramadan sebelumnya. Setidaknya, begitu klaim pemerintah kota. Bagi para pedagang, yang lebih penting dari sekadar meriah adalah laris. Ramadan baru saja dimulai, dan aroma peluang sudah tercium sejak sore pertama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!