Di Balik Istilah “Galau”, SMP Arunika Hadirkan Ruang Aman bagi Remaja untuk Belajar Mengenali dan Mengelola Emosi Secara Sehat
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Di usia ketika perasaan mudah berubah dan pertanyaan tentang diri sendiri kian menguat, SMP Arunika memilih tidak menutup mata. Sekolah ini justru membuka ruang dialog melalui Kelas Manajemen Galau, program penguatan kesehatan mental bagi siswa kelas 7 hingga 9 yang digelar pada 10 Februari 2026.
Kegiatan tersebut diikuti para siswa SMP Arunika dan difasilitasi langsung oleh dosen Psikologi dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Program ini dirancang sebagai jawaban atas dinamika emosi remaja yang kerap luput mendapat perhatian serius di ruang kelas.
Gita, narahubung SMP Arunika, menyebut kelas ini lahir dari kebutuhan nyata peserta didik yang sedang berada pada fase perkembangan emosi yang dinamis. Masa SMP, menurut dia, merupakan periode naik-turun perasaan: mudah cemas, bingung dengan diri sendiri, sensitif terhadap lingkungan sosial, mengalami perubahan perasaan terhadap lawan jenis, sekaligus tengah membangun identitas diri.
“Tanpa pendampingan yang tepat, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan kebahagiaan remaja dalam jangka panjang,” katanya, Rabu (11/2/2026).
Dalam kelas ini, istilah “galau” tidak diposisikan sebagai keluhan sepele. Siswa diajak memahami bahwa perasaan tersebut merupakan bagian wajar dari proses bertumbuh. Mereka dikenalkan pada beragam jenis emosi, cara mengenalinya, serta strategi sederhana untuk mengelola perasaan secara sehat.
Pendekatan yang digunakan dirancang agar dekat dengan keseharian remaja. Diskusi berlangsung komunikatif dan reflektif, membuka ruang aman bagi siswa untuk berbagi pengalaman tanpa takut dihakimi.
“Pendekatan yang digunakan bersifat komunikatif, reflektif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari remaja, sehingga siswa merasa aman untuk berbagi dan belajar tanpa rasa dihakimi,” ungkap Gita.
Materi disampaikan oleh Pengajar Fakultas Psikologi UKSW, Ibu Maria Prima Novita, M.Psi, Psikolog. Ia membawakan materi berbasis psikologi perkembangan remaja dan membuka dialog dua arah, sehingga siswa dapat mengajukan pertanyaan maupun menceritakan pengalaman mereka secara langsung.
Kolaborasi antara SMP Arunika dan UKSW ini menjadi contoh bahwa pendidikan tidak semata-mata mengejar capaian akademik. Sekolah, dalam hal ini, juga memikul tanggung jawab membangun kesejahteraan mental dan emosional siswa. Melalui Kelas Manajemen Galau, sekolah berharap para siswa tumbuh menjadi individu yang lebih sadar emosi, memiliki keterampilan mengelola perasaan, serta menjalani masa remaja dengan mental yang lebih sehat dan bahagia.(*)












Tinggalkan Balasan