HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jalan Rusak, Warga Desa Pendowo Temanggung Keluhkan Akses Penghubung Antar Desa

Laporan: Wahono

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Janji perbaikan jalan di Dusun Temandang, Desa Pendowo, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, kembali tinggal wacana. Akses utama menuju Dusun Temandang dari Desa Sanggrahan itu dibiarkan berlubang, bergelombang, dan mengancam keselamatan warga yang melintas setiap hari.

Pantauan harian7.com menunjukkan permukaan aspal mengelupas, lubang menganga di sejumlah titik, dan serpihan aspal berserakan di mana-mana. Kondisi yang ironis, mengingat jalan tersebut menjadi jalur vital aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah.

S (40), warga setempat, menyayangkan sikap pemerintah desa yang seolah menutup mata.

Baca Juga:  Ganjar Hadir dalam Pertemuan Politik PDIP dan PPP

“Setahu saya, jalan desa itu sudah bertahun-tahun rusak dan tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah desa,” jelasnya, Kamis (3/12/2025).

Ia menambahkan, hampir setiap hari ada warga yang tergelincir, terlebih saat hujan dan jalan berubah menjadi kubangan.

“Saya juga berharap kepada pemerintah untuk terjun langsung melihat keadaan jalan yang menjadi keluhan kami. Karena jalan itu memang benar-benar sudah lama tidak diperhatikan,” tambahnya.

Soal anggaran desa, warga merasa tak pernah diberi kejelasan.

Baca Juga:  Kerja Sama Kanwil BPN Provinsi dan Kantah se-Jawa Timur dengan PWNU, Menteri Nusron: Untuk Percepatan Sertipikasi Tanah Milik NU

“Sejauh ini kami tidak tahu Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) itu dialokasikan ke mana,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia menuturkan, janji pemerintah desa untuk mengaspal jalan sejak pengajian Maulid Nabi lalu hanya menjadi cerita pengantar tidur.

“Sudah hampir lima tahun saya melihat jalan tersebut berlubang di beberapa titik dan sekarang sudah semakin rusak karena setiap hari saya melewati, hingga saat pengajian Maulid Nabi tahun ini pak kades menjanjikan bulan ke sepuluh jalan akan diperbaiki dengan cara diaspal, tapi faktanya jalan masih seperti semula, berlubang di sana sini, lubang cukup dalam belum juga ada perbaikan. Sudah banyak warga mengeluhkan hal yang sama tapi tidak berani usul ke perangkat desa,” jelasnya.

Baca Juga:  Dilema Susu Lokal dan Kecewa, Para Peternak Sapi di Getasan Bagikan Ribuan Liter Susu Gratis

Sementara itu, warga hanya bisa berharap jalan segera diperbaiki dan dipasang penerangan memadai, agar tragedi di jalan rusak tak menjadi rutinitas baru.

Sampai kini, yang berubah hanya jumlah lubang, bukan nasib pengguna jalan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!